Kajati NTB Akui Ada Tunggakan Beberapa Kasus Korupsi

Enen Saribanon (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Enen Saribanon mengaku masih ada beberapa kasus tindak pidana korupsi yang belum terselesaikan. Bahkan, kasus yang menjadi tunggakan itu pada saat dirinya menjabat sebagai Wakil Kajati NTB periode 2022-2023.

“Terkait perkara kasus korupsi, ada beberapa perkara yang dilaporkan, ada beberapa tunggakan pada saat saya masih ada di sini (Wakajati NTB) tahun 2022-2023,” sebut Enen Saribanon, Rabu (10/7).

Enen tidak merinci kasus yang disebut menjadi tunggakan tersebut. Namun, ia mengaku akan menyelesaikan kasus tersebut demi kepastian hukum. “Insyaallah akan kami selesaikan. Kami mengumpulkan tim untuk bisa menindaklanjuti (tunggakan) ini biar segera ada kepastian hukum,” katanya.

Saat ini, Kejati NTB menangani tiga perkara dugaan korupsi dan sudah berada pada tahap penyidikan. Bahkan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Kejati Diminta Usut Proyek Kebencanaan di Batulayar

Antara lain kasus dugaan korupsi penyelewengan dana kredit usaha rakyat (KUR) pada dua kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun 2022-2023 untuk petani porang dan sapi yang berada di Loteng dan Lobar. Dua orang pejabat utama dari masing-masing Kantor Cabang BSI tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Inisialnya SE dan WKI, dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp 21,3 miliar.

Kasus kedua ialah dugaan korupsi pengadaan benih jagung pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB tahun 2017 jilid II. Lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan masing-masing inisial RA, IKA, LI, MIE, dan LWP. Para tersangka itu berperan sebagai panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP) proyek tersebut.

Baca Juga :  Kades Langko Dituntut Pidana 5 Bulan dan Denda Rp 5 Juta

Terakhir kasus dugaan korupsi pembangunan destinasi wisata Sintung Park, Lombok Tengah tahun anggaran 2021. Penyidik belum menetapkan tersangka pada kasus ini. Terhadap tiga kasus ini akan diselesaikan sesuai dengan komitmennya. “Tentunya pasti akan kami selesaikan. Komitmen kami tetap sama, setiap ada laporan tindak pidana korupsi, semuanya pasti akan diselesaikan,” tegasnya.

Dikatakan, saat dirinya masih menjabat sebagai Wakajati NTB periode 2022-2023 dan saat ini menjabat Kajati NTB, Kejati NTB mempunyai kinerja yang bagus. Berdasarkan laporan di pusat, Kejati NTB tidak pernah keluar dari 5 besar untuk kinerja terbaik se-Indonesia. “Makanya ini, kami sedang berusaha menyelesaikan perkara-perkara yang masih tertunda ini,” tukasnya. (sid)

Komentar Anda