Kain Tenun NTB Semakin Diminati

Dampak Positif Presiden Jokowi Gunakan Tenun NTB

TENUN-NTB
TENUN : Perajin Kain Tenun Pringgasela, Muharromah bersama Ketua Umum Kelompok Sentosa Sasak Tenun NTB M Maliki menunjukan produk kain tenun Pringgasela yang pewarnaannya menggunakan bahan alami, beberapa waktu lalu saat ikut pameran.( DOK/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kain tenun khas Lombok kini semakin populer, setelah Presiden Joko Widodo memakai pakaian ada Sasak Lombok dalam sidang tahunan MPR RI, pada Jumat (16/8). Bahkan, di pidato pembukanya, Presiden Jokowi langsung mempromosikan pakaian adat khas Sasak, Lombok dengan bahan dari kain tenun asli Lombok.

Perajin kain tenun khas Lombok mendapat imbas positif dari promosi gratis dari Presiden Jokowi tersebut.  Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia ini mengenakan pakaian adat Sasak, yakni tenun buatan perajin Pringgasela, Lombok Timur.

Para pelaku usaha kain tenun khas Sasak Lombok, ketiban durian runtuh. Di mana mulai banyak masyarakat maupun pesohor tanah air mencari kain tenun asal Lombok. Tak tanggung-tanggung, wisatawan asing pun berbondong-bondong mencari kain tenun khas NTB tersebut.

”Dampak penjualan kain tenun kita meningkat, setelah digunakan bapak Presiden Jokowi waktu sidang tahunan MPR RI,” kata Ketua Umum Kelompok Sentosa Sasak Tenun NTB M Maliki, Selasa kemarin (20/8).

Sebelum dikenakan Presiden Jokowi, kain tenun khas NTB juga sudah banyak dilirik masyarakat nusantara, bahkan Asia, seperti Jepang dan Australia. Kain tenun khas NTB ini  sudah mendunia dan tidak kalah dengan kain tenun-tenun dari daerah lainnya di Indonesia.

”Tenun Peringgasela sudah banyak diminati warga asing,” terangnya.

Sebagai salah satu pelaku usaha tenun, Maliki mengaku senang dengan dampak positif diberikan Presiden RI Jokowi . Sekarang ini semakin banyak pesanan yang didapatkan perajin, maupun pelaku usaha tenun lainnya di NTB. Hal ini semakin membuat tenun NTB kian banyak dikenal orang.

”Dampaknya besar sekali bagi kami. Tidak hanya orang luar yang mencari kain tenun Pringgasela, tapi masyarakat sekitar juga banyak yang mencari,” ujarnya.

Maliki mencatat perkembangan penjualan tenunnya meningkat hingga 40 persen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, masih terbilang kecil. Meski, para perajin berjalan sendiri tanpa adanya binaan, namun kini justru, semakin meningkat.

”Penjualan kita meningkat 40-50 persen, pengaruh bapak Presiden Jokowi memakai pakaian adat Sasak, Lombok dan ini benar-benar luar biasa. Cukup signifikan dampaknya bagi kami perajin tenun,” imbuhnya.

Dikatakanya, bahkan belum lama ini saja, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membeli 1.000 lembar kain tenun di kalangan para penenun. Hal ini menunjukkan, jika tenun NTB memang semakin banyak diminati semua kalangan, karena memiliki ciri khas tersendiri.

”Saat berkunjung belum lama ini, bapak Bupati Lotim H Sukiman Azmy sudah memesan sekitar 1.000 lembar kain tenun. Ini pencapaian yang baik bagi kami perajin kain tenun,” katanya.

Senada dengan Maliki, Hj Robiah pemilik usaha kain tenun di Desa Puyung Lombok Tengah mengaku ketiban untung. Karena promosi gratis yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Di mana para perajin banyak menerima pesanan.

”Untung sekali buat kami disini, karena sudah mulai banyak pemesan kain tenun,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah digunakan Presiden JOkowi, pemesanan kain tenun kian meningkat. Dalam sehari dirinya dapat menerima pemesanan kain tenun lembaran maupun yang sudah jadi mencapai 20 hingga 30 lembar.

”Sekarang ini pembeli bukan seputar dalam daerah saja, tapi ada juga dari luar,” imbuhnya. (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid