Kadus Sempat Sarankan Pernikahan Suhaimi dan Nur Tidak Digelar

Kepala Dusun Montong Indah, Ehsan(Haerudin/Radar Lombok)

PRAYA — Pernikahan antara Suhaimi (15 tahun) warga Dusun Montong Indah Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat dengan Nur Herawati (12 tahun) warga Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat sempat diusulkan untuk dibatalkan.

Kedua remaja ini masih di bawah umur dan mereka masih duduk di bangku sekolah. Pasangan remaja ini menikah saat usianya tergolong masih di bawah umur. Suhaimi yang kini tercatat masih duduk di bangku kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di kampungnya. Sedangkan Nur Herawati yang baru kelas VII MTs. Namun kedua remaja ini tetap dinikahkan. Orang tua Nur Herawati tetap menginginkan anaknya dinikahi Suhami setelah keberatan karena pulang malam sehabis jalan-jalan ke obyek wisata. Keluarga Suhaimi akhirnya menikahkan mereka di kediaman mempelai pria secara diam-diam pada Sabtu (12/9) lalu secara diam- diam tanpa sepengetahuan dari Kantor Urusan Agama (KUA).

Sebelum pernikahan Kepala Dusun (Kadus) Montong Indah, Ehsan sempat melakukan pendekatan bahkan hingga tiga minggu sebelum akad nikah berlangsung. Hanya saja, orang tua dari Nur Herawati tetap tidak menginginkan Herawati kembali.“Saya sempat sarankan agar anak ini dipisah dulu karena masih anak dibawah umur tapi orang tua Nur tetap ngotot,” tutur Ehsan, Selasa (15/9).

Empat hari kemudian Ehsan mendatangi kadus asal Nur Herawati ini. Di sana, Ehsan meminta kepala dusun setempat membujuk orang tua Nur agar membatalkan pernikahan. Namun kadus setempat juga tidak bisa berbuat banyak dan menyarankan agar pasangan remaja ini dinikahkan saja. ”Kadus disana juga menyampaikan agar nikah dibawah tangan saja,” ungkap Ehsan.

Karena tidak ada titik temu saat itu, maka dirinya selaku kadus sempat menghilang dan tidak mengurus lagi masalah ini. Tiba- tiba kakak dari Suhaimi pergi ke rumah keluarga mempelai perempuan dan mereka sepakat untuk menikahkan anak ini. “Saya juga tidak hadir saat pernikahan berlangsung. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjadi (pernikahan),”terangnya. (met)