Kadishub NTB Dimosi Tidak Percaya

H L Gita Ariadi (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal dimosi tak percaya anak buahnya. Surat mosi tak percaya ini diteken langsung puluhan anak buahnya dan ditujukan kepada Sekda Provinsi NTB.

Dikutip dari surat pernyataan mosi tak percaya tersebut, beberapa pejabat yang melayang mosi tak percaya di antaranya Sekretaris Dishub NTB, H Ruspono bersama tiga kepala bidang tertanggal 30 Agustus 2021. Surat ini merupakan tindak lanjut dari surat pernyataan mosi tidak percaya sebelumnya pada tanggal 20 Agustus 2021.

Dalam surat tersebut, para pejabat menyampaikan alasan atas permohonan pindah dari Dishub NTB karena sudah tidak nyaman lagi bekerja atas ulah dari Kadishub. Setidaknya, ada tujuh alasan yang disampaikan sebagai mosi tidak percaya atas kepemimpinan Kadishub saat ini.

Pertama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB yang menjabat saat ini melaksanakan kegiatan yang anggarannya tidak tersedia dalam DPA SKPD dan berimplikasi pada pembiayaan pribadi ASN lingkup Dishub. Kedua, memberikan instruksi kepada ASN Dishub NTB di luar tupoksi dan kewenangan masing-masing bidang sehingga kegiatan menjadi tidak terarah. Ketiga, pembiayaan kegiatan selalu diarahkan kepada mitra Dishub Provinsi NTB yang berimplikasi terhadap keindependenan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai ASN di Dishub.

Keempat, melaksanakan kegiatan yang spontan tanpa koordinasi dengan bidang teknis yang membawahi kegiatan tersebut. Salah satunya contohnya adalah launching KSPN yang dilaksanakan Perum Damri Mataram. Acara ini menimbulkan demo dan kegaduhan dari pihak asosiasi pengusaha angkutan NTB.

Selanjutnya, Kadishub dianggap menghilangkan aset tanpa proses administrasi yang tidak sesuai dengan
aturan. Kemudian, melaksanakan paket pekerjaan pengadaan barang/jasa yang anggarannya sedang diusulkan dalam APBD. Sehingga pekerjaan dilaksanakan tanpa ketersediaan anggaran yang berpotensi timbulnya gugatan pidana.

BACA JUGA :  Kejati Sorot Proyek Mubazir

Terakhir, Kadishub dianggap tidak memanusiakan bawahan dengan sering memarahi dan mengintimidasi bawahan tanpa kesalahan yang jelas dan dilakukan secara berulang-ulang, baik
pada saat apel maupun pada setiap rapat.

Sekda Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi yang dikonfirmasi soal surat pernyataan mengatakan, akan melakukan konsulitasi internal terkait dengan permasalahan yang terjadi di Dishub NTB. “Nanti kami akan lakukan konsolidasi internal, bagian dari pembinaan kami dan akan kami dalami apa permasalahannya, apa harapan harapan dari pihak di sana,” ujarnya kepada awak media usai pertemuan di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Senin (30/8).

Sekda juga mengaku telah mendapatkan informasi soal surat pernyataan tersebut melalui pesan whatsApp dari Kepala Dishub NTB, H Lalu Moh Faozal yang memberikan laporan langsung soal permasalahan internal di Dishub. “Dan memang baru ada whatsApp dari bapak Kadishub untuk memberikan laporan kepada kami. Dalam kesempatan itu nanti akan kami pergunakan sebaik-baiknya untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Menurut Sekda, permasalah tersebut akan diselesai sebelum penyelenggaran World Superbike Championship (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika yang rencanakan akan digelar pada November mendatang. Maka dengan tersisa waktu yang ada maka dipastikan semua sudah dapat diselesaikan. “Inikan harus dapat diselesaikan dengan tersisi waktu sebelum terhelatnya World Superbike ini,” terangnya.

Mengingat situasi dan kondisi saat ini, sambung Sekda, pihaknya sedang menggalang semua dukungan semua pihak dalam menyukseskan event berkelas internasional tersebut. Terlebih dari semua OPD yang ada di Pemprov NTB untuk sama-sama membangun sinergitas dalam menyosong penyelenggaran WSBK. “Kita semua sedang satukan konsolidasikan kekuatan dan energi yang ada. Dengan energi yang terbatas ini, bagaiman kita bisa kolaborasi sedemikian rupa agar di tengah keterbatasn ini kita siap menghadapi event internasional yang dipercayakan kepada daerah kita,” katanya.

BACA JUGA :  Sehari 209 Kasus Positif Baru Covid-19, 159 Sembuh dan 4 Meninggal Dunia

Bahkan, Sekda menganggap tidak elok jika permasalahan ini terjadi di saat situasi sekarang yang dibutuhkan kebersamaan. Konsolidasi ini baik secara internal maupun eksternal stekeholder yang bergerak di bidang perhubungan ada permaslahan yang belum dituntaskan. “Kita harapkan semua stakeholder perhubungan baik internal maupun mitra-mitra dan asosiasi-asosiasi pelaku usah yang ad kompak bersatu untuk menyongsong event internasional,” harapnya.

Atas permasalahan tersebut, Sekda juga sangat menyangkan terjadi, sehingga pihaknya sangat berkewajiban untuk melakukan pembenahan dengan mencari latar belakang terjadi permasalahan di internal Dishub. “Jadi saya menyayangkan dan bekerwajiban pembenahan dengan ingin mengetahui apa latar belakang dan harapan dari para pihak agar bisa bekerja secara efektif dalam situasi seperti saat ini,” katanya.

Soal tuntutan dari para pejabat ingin pindah dari Dishub NTB, lanjut Sekda akan mendalami terlebih dahulu permasalahan yang terjadi sebelum mengambil keputusan. “Makanya nanti kita dalami apa dasarnya ingin dipindah intinya kita akan coba mendengarkan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal yang dikonfirmasi belum dapat memberikan keterangan maupun tanggapan atas surat  pernyataan yang dilayangkan bawahannya. Meski berulang kali dihubungi baik via telpon maupun lewat pesan whatsApp hingga berita ini dimuat. (sal)