Kades Ungga Kembali Bohongi Warga

Kades Ungga
MENDATANGI: Tokoh masyarakat Desa Ungga saat mendatangi kantor bupati Lombok Tengah, Rabu kemarin (13/3). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Polemik pemecatan empat kepala dusun di Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya kembali memanas. Kades Ungga, Suasto Hadiputro Armin sebelum mengakui kesalahannya dan bersedia mengembalikan posisi jabatan yang telah dipecat. Kesanggupan Suasto saat musyawarah bersama masyarakat, Senin (11/3) sebelumnya sehingga membuat suasana sempat redup.

Musyawarah itu difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah. Kades mengaku siap untuk menjalankan perintah bupati untuk mengembalikan perangkat lama. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Ungga, H Rafi’i menyampaikan, pihaknya merasa dibohongi kadesnya. Karena siap untuk menonaktifkan yang sudah diangkat dan mengembalikan perangkat yang lama. “Tapi pada fakta di lapangan jauh berbeda. Kades tetap ngotot dan mempertahankan kadus yang diangkat,” ungkap H Rafi’i saat mendatangi kantor bupati Lombok Tengah, Rabu kemarin (13/3).

BACA JUGA: Kades Ungga Disangka Adu Domba Warga

Sikap kades ini tidak hanya terkesan membodohi masyarakat Desa Ungga tapi juga membohongi Pemda Lombok Tengah. Warga meminta kepada pemda untuk menindak tegas kades tersebut. “Ini terkesan akal-akalan dari kades yang mengatakan siap mengembalikan perangkat lama. Kita merasa dibodohi,” sesal Rafi’i.

Kata dia, sikap kades saat ini juga membuat kembalinya terjadi konfik di tengah masyarakat. Bahkan pihaknya mengaku masyarakat Desa Ungga sudah mulai memanas dan warga sudah siap untuk perang. “Padahal saat mediasi sudah ada perwakilan dari masing-masing dusun, baik yang pro maupun yang kontra terhadap kades. Saat mediasi disepakati kalau kades mengaku salah dan siap untuk mengembalikan perangkat lama. Tapi ternyata apa yang disampaikan itu bohong semua,” tegasnya.

Kadus Batu Bolong Desa Ungga, Muhammad Syukur mengaku setelah adanya mediasi itu, pihaknya kembali mendatangi kantor desa dan menanyakan kejelasan status dirinya. Tapi jawaban tidak mengenakan didapatkan dari kades. “Saya datang malah ditanya mau apalagi dan tidak menyambut dengan baik,” ungkap salah satu kadus yang diberhentikan itu.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemda untuk mengevaluasi kinerja kades yang dianggap hanya membohongi rakyat itu. Pihaknya menilai dalam mediasi itu juga terkesan ada konspirasi antara kades dengan pemda, lantaran kades tidak konsisten dengan apa yang disampaikannya. “Ini kita merasa diakal-akali oleh kades, karena mediasi yang dilakukan ternyata tidak efektif. Kades ternyata tetap pada pendirian lamanya. Untuk itu, kami meminta kepada pemda untuk memberikan teguran keras terhadap sikap kades ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah, Jalaludin mengaku, polemik di Desa Ungga sudah berakhir setelah dilakukan mediasi. Semua tokoh masyarakat bersepakat untuk mengakhiri polemik itu. Terlebih kades sudah menerima untuk mengembalikan perangkat lama itu. “Kades juga sudah bersedia untuk menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi dari bupati dengan mengembalikan perangkat desa yang lama. Sehingga permasalahan di Desa Ungga sudah selesai,” ungkap Jalaludin.

BACA JUGA: Diprotes Warga, Kades Ungga Bergeming

Diakuinya, mediasi akan dilakukan kepada desa lainnya yang berkonflik, agar ke depan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak akan mengganggu aktivitas pembangunan desa. “Setelah kita mediasi, Kades Ungga menerima kalau akan mengembalikan perangkat yang sudah diberhentikan. Makanya mediasi akan kita lakukan di desa yang lain yang berpolemik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya, Susato Hadiputro Armin saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini belum bisa memberikan komentar. Ia tidak mengangkat ponselnya ketika ditelepon. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid