Kades Senaru Bantah Biaya Masuk Air Terjun Ratusan Ribu Hingga Jutaan

Harga Paket Wisata Senaru yang ditandatangani pihak Desa Wisata Senaru. (IST/FB Ruddy Lombok II)

TANJUNG–Ketua Umum Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA), Furqon Ermansyah mem-posting di akun media sosialnya terkait mahalnya tiket masuk Air Terjun Sendang Gila di Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

Dalam postingannya di akun Rudy Lombok II itu, ditampilkan kertas laminating yang menampilkan paket harga liburan di Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep.

Untuk Sendang Gila, paket 1 orang Rp 350 ribu, 2 orang Rp 500 ribu, 3 sampai 5 orang Rp 600 ribu, dan 6 sampai 10 orang Rp 140 ribu. Kemudian untuk Tiu Kelep paket 1 orang Rp 450 ribu, 2 orang Rp 600 ribu, 3 sampai 5 orang Rp 800 ribu dan 6 sampai 10 orang Rp 1,8 juta.

Dalam kertas laminating itu juga disebutkan bahwa paket itu berupa tiket masuk, guide lokal, buah atau biskuit, air mineral dan donasi kebersihan. Harga paket ini ditandatangani oleh pihak Unit Usaha Desa Wisata Senaru. “Aduuuh…. Alasan mahal harga itu apa? Siapa pak Desa Wisata Senaru yg tanda tangan itu,” ujar Furqon dalam postingannya, Kamis (3/3).

BACA JUGA :  Dewan Minta Pos Polisi Senaru Disegerakan

Sementara itu, Kepala Desa Senaru Raden Akri Buana menjelaskan, informasi harga paket yang di-posting itu adalah kesepakatan antara oknum pelaku jasa wisata dengan pihak trek organizer lokal di Senaru. Itu adalah jualan mereka.

Artinya, wisatawan yang mau berkunjung ke Senaru, tak harus membeli paket yang ditawarkan oknum pelaku jasa wisata itu. Silakan bagi yang ingin ke Senaru, tinggal membeli tiket di loket yang ada, Rp 20 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal. Tiket yang ada bisa dipergunakan untuk masuk ke Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. “Kalau mau pakai guide, Bumdes kita menyediakan guide, bahkan woman guide, tapi tidak semahal yang disebutkan tadi. Sekitar Rp 35 ribulah. Tetapi wisatawan kadang maunya paket dengan makan siang, itu beda lagi, ya tidak sampai Rp 100 ribu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tersangka Pungli Senaru Dilimpahkan

Jadi sekali lagi, Raden Akri Buana menegaskan, tidak ada paket yang diharuskan kepada wisatawan. Wisatawan bebas memilih, apakah membeli paket yang ditawarkan oknum pelaku jasa wisata itu atau tidak. “Dan saya kira, harga paket (oknum pelaku jasa wisata) itu saja yang harganya semahal itu, yang lain normal,” pungkasnya. (RL)