Kades Minta Pembangunan Jalan Trawangan Dipercepat

Trawangan
DIMANFAATKAN : sempadan pantai di Gili Trawangan kembali dimanfaatkan para pengusaha yang tidak menghasilkan keuntungan bagi daerah dan desa. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pasca penertiban sempadan pantai kawasan wisata Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang pada tahun lalu kembali dimanfaatkan para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, solusi yang harus dilakukan pemerintah daerah Lombok Utara dengan mempercepat pembangunan jalan untuk penataan tersebut.

“Jika dibiarkan berlarut-larut seperti ini, ya begitulah kondisinya para pengusaha dengan cepat memanfaatkan sempandan pantai, karena menghasilkan keuntungan bagi para pengusaha,” ungkap Kades Gili Indah H. Taufik, Rabu (31/1).

Menurutnya, penempatan kursi dan meja di sepanjang sempandan pantai yang dilakukan penguasa tiada lain disebabkan minimnya pengawasan yang langsung dilakukan Pemkab Lombok Utara. “Kami disini dan Lang-Lang langsung mengingatkan pengusaha tapi ya tidak mempan. Seharusnya ada personel yang ditempatkan disini seperti Satpol PP,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga untuk segera membangun infrastruktur di Gili Trawangan seperti yang sudah direncanakan pasca penertiban sempadan pantai Gili Trawangan tahun 2017 lalu. ‘Kalau sudah dibangun sudah bersih, mungkin pengusaha akan paham di pantai tidak boleh lagi ada fasilitas milik pengusaha,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk mengatakan, apa yang menjadi saran dari pemerintah desa setempat pihaknya akan segera menindaklanjuti, apa yang dilakukan para pengusaha ini tim penertiban berencana menempatkan personil guna melakukan pengawasan di sana. 

Tim yang akan ditempatkan bertujuan untuk menegur bahkan langsung mengeksekusi, jika para pengusaha meletakkan objek di roi pantai. Karena diketahui, setelah aparat Satpol PP turun ke lapangan untuk melakukan penertiban belum lama ini, kondisi tersebut tidak kunjung berubah.  “Kita sebenarnya sudah ada sebarkan surat perihal tersebut yang mengatur jam operasional untuk memanfaatkan sempadan pantai. Tapi ini tidak diikuti pengusaha,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak akan main-main pada penertiban ini. Sebab, pihaknya akan membangun fasilitas pengawasan. “Kami lihat pengusaha ini menunggu reaksi dari pemda, kalau (sempadan pantai,Red) sudah dibangun maka nanti tidak akan begitu,” tegasnya.

Tim penertiban rencananya akan turun kembali untuk melihat kondisi terkini di sempadan pantai Gili Trawangan. Tim nantinya akan mengidentifikasi persoalan yang muncul untuk dijadikan acuan apakah perlu menempatkan personel tambahan maupun pos jaga. ”Kalau ditegur tidak bisa, kami akan bersihkan,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut