Kades Lombok Utara Senang Dana Desa Naik

Kades Lombok Utara Senang Dana Desa Naik
REHAB : Kades Tanjung merehab gedung utama kantor desa yang dianggarkan melalui ADD. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Rencana kenaikan dana desa (DD) oleh pemerintah pusat disambut gembira kepala desa di Lombok Utara.

Apalagi, informasinya dana desa akan bertambah dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. “Kami sangat mengapresiasi rencana kenaikan dana desa 2018 mendatang. Kenaikan tentu membuat kami gembira dan lebih leluasa melaksanakan program pembangunan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat,” ujar Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara Budiawan kepada Radar Lombok, Minggu (16/7).

Rencana kenaikan anggaran yang bakal digelontorkan Kemendes PDTT kepada seluruh desa se-Indonesia sebesar Rp 120 triliun yang semula Rp 60 triliun. Anggaran dua kali lipat ini bisa lebih banyak melaksanakan program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan. Tambahan anggaran inipun sudah ditentukan empat program prioritas dari pemerintah pusat. Yaitu, program unggulan kawasan perdesaan (Prukades), pembangunan embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pembangunan sarana olah raga desa. “Kami akan sanggup melaksanakan program itu asalkan sebelum pengesahan APBDes, kami sudah mendapatkan juklak dan juknisnya,” tegasnya Kades Tanjung ini.

Baca Juga :  Penandatanganan Ijazah SMA Bermasalah

Ia mengatakan, kenaikan dua kali lipat ini tentu akan menjadi kewaspadaan juga kepada kades untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan kegiatan. Sebab, hal ini semua untuk percepatan pembangunan desa. Selain itu, pihaknya juga meminta peran pendamping  desa dan tenaga ahli. Mereka harus lebih maksimal dalam memberikan pendampingan, baik proses pembahasan, penyusunan, dan pelaksanaannya.

Tahun ini, desa di Lombok Utara mendapatkan anggaran sebesar Rp 34,84 miliar.  Yang sudah dicairkan tahap pertama sebesar Rp 20,90 miliar atau 60 persen dan tahap kedua sebesar Rp 13,94 miliar atau 40 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) Lombok Utara H Kholidi Halil menyatakan, pada prinsipnya desa menyambut gembira rencana kenaikan dana desa tahun 2018 mendatang. Karena penambahan anggaran ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuha ekonomi masyarakat desa. Meskipun desa di Lombok Utara tidak ada berstatus desa tertinggal, namun masih mengalami kelemahan pada daya tahan ekonomi, sehingga angka kemiskinan masih cukup tinggi.

Baca Juga :  APH Didorong Usut Temuan BPK di DPRD KLU

Jika dengan penambahan anggaran diminta membentuk BUMDes, sementara di Lombok Utara sudah membentuk BUMDes Mart, yang saat ini tinggal beberapa desa sedang dalam proses pembentukan. Kesiapan BUMDes juga akan menerima produk subsisi dari pemerintah pusat langsung seperti pupuk bersubsidi, sembako, gas, minyak tanah, dan barang lainnya. Agar keempat program yang diminta pemerintah pusat tersebut, pihaknya berharap program-program prioritas yang ditangani pusat lebih awal muncul, jangan sampai muncul setelah APBDes disahkan, sehingga kesulitan memasukannya. Seperti pada tahun ini empat program pokok harus dilakukan, sementara program itu muncul di tengah jalan. “Mudah-mudahan ada format sebelum pembahasan dan penyusunan,” harapnya.

Terkait kemampuan desa melaksanakan anggaran besar tersebut, pihak meyakini tidak akan kesulitan karena semua desa telah diberikan pembinaan dan pelatihan oleh BPKP mengenai sistem pengelolaan keuangan desa (Siskeudes) berbasis IT. “Jadi, tidak perlu dikhawatirkan dalam hal penyusunan, pelaporan dan eksekusi, karena akan langsung didampingi mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten,” pungkasnya. (flo)