Kades Jero Gunung Diminta Mundur

Ali Yahya (Janwari irwan/ Radar Lombok)

SELONG – Buntut adanya dugaan penyelewengan dana oleh Kepala Desa Jero Gunung Kecamatan Sakra Barat membuat masyarakat setempat marah. Warga meminta agar kades tersebut mundur dari jabatannya.

Ekspresi kemarahan warga ditandai dengan aksi protes terhadap kades. Protes tersebut dilancarkan lantaran sang kades diduga menilep uang warga Rp 120 juta.

“Kan jelas-jelas dia sudah mengakui perbuatannya. Maka dari itu, kita minta kepala desa segera mengundurkan diri dan mengembalikan uang masyarakat,” kata Kepala Dusun Montong Loner, Ali Yahya, Sabtu (19/11).

Sejak mencuatnya informasi adanya penyelewengan dana yang dilakukan kepala desa, jelasnya, warga terus mendesak agar kepolisian dan inspektorat turun tangan. Kades bersangkutan diminta untuk segera diperiksa.

Penilepan uang yang dilakukan kepala desa, jelasnya, menjadikan seorang Pegawai Negeri Sipil Dinas Pengairan sebagai korban. Pegawai tersebut yang merasa ditipu lantas bernyanyi membuka kedok kepala desa.

Pemeriksaan terhadap kades diharapkan bisa meredakan amarah warga yang mulai memanas. Diharapkan dengan pemeriksaan tersebut, amarah warga reda.

“Yang kita pikirkan sekarang ini bagaimana tindakan dari aparat hokum. Kades sudah mengaku kalau dia menyelewengkan dana, seharusnya dia dipanggil,” ungkapnya.

Selain meminta kades mundur, warga juga mendesak Badan Perwakilan Desa (BPD) segera menentukan sikap terkait masalah tersebut. Desakan ini ditujukan agar masalah yang terjadi cepat kelar.

Sementara itu, Ketua BPD Jero Gunung, Drs Jamaludin, yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Dari salah satu stafnya, ia menyebut ketua BPD sedang berada di sekaroh.

Di lain pihak, Kepala Desa Jero Gunung, Kasim, yang dimintai tanggapnnya juga belum memberikan jawaban. Saat didatangi di rumahnya, yang bersangkutan tidak ada. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid