Kades Diminta Lakukan Pengawasan ODP Covid-19

Sumber Data : Diskominfotik Provinsi NTB
Sumber Data : Diskominfotik Provinsi NTB

MATARAM-Pemerintah Desa (Pemdes) diharapkan  berperan penting untuk melakukan pengawasan secara ketat kepada orang yang sudah berstatus Orang Dalam Pemantuan (ODP) Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi atau karantina secara mandiri di rumahnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan, agar ODP harus displin melakukan isolasi atau karantina mandiri dan tidak boleh keluar. Contoh kasus ODP di Kabupaten Lombok Barat yang meninggal setelah main bulu tangkis. Padahal seharusnya tetap tinggal di rumah mengikuti disiplin yg telah ditetapkan. “Untuk itu, pengawasan terhadap ODP dilakukan lebih ketat oleh kades/kaling setempat,”ungkapnya.

Gade juga menyampaikan update data kewaspadaan Covid-19 yang diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB per 30 Marat 2020 pukul 14:00 WITA. Dimana terjadi peningkatan jumlah ODP disetiap kabupaten kota di NTB dibandingkan dengan jumlah OPD yang sudah dinyatakan selesai dalam pemantuan. Hingga saat ini dari total jumlah ODP sudah diperiksa mencapai 1000 orang dengan rincian, ada 247 ODP yang sudah selesai dalam pemantuan, sisanya masih dalam pemantuan sebanyak 753 ODP.

Sementara data jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami peningkatan, dari jumlah sebelumnya berjumlah banyak 43 pasien menjadi 47 pasien. Sebanyak 20 pasien sudah dinyatakan sembuh atau selesai dalam pengawasan, sisanya masih dalam pengawasan sebanyak 27 pasien. Sedangkan yang sudah meninggal sebanyak empat pasien PDP, dua diantaranya dinyatakan negatif Covid-19 dan dua masih menunggu hasil laboratorium.

Hingga saat ini juga, lanjut Gede yang sudah dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 2 orang dan masih dilakukan perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB dari jumlah orang yang sudah diperiksa Covid-19 sebanyak 1047 orang. (sal)