Kades Banjarsari Lombok Timur Memilih Mundur

MENGAMANKAN: Aparat Kepolisian bersama Satpol PP turun melakukan pengamanan ke Kantor Desa Banjarsari, Jumat (29/1/2021). Tampak Kantor Desa Banjarsari sudah disegel sejumlah warga.

SELONG–Kepala Desa Banjarsari Zuhri akhirnya memilih mundur. Surat pengunduran dirinya sudah diterima Camat Labuhan Haji Lombok Timur.
Camat Labuhan Haji Muhir mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Muhir sebagai Kades Banjarsari. Di dalam surat tertanggal 29 Januari 2020 itu, Muhir tidak menyebut alasan pengunduran dirinya. Yang jelas ia menyatakan mundur dengan sadar dan tanpa paksaan. “Agar roda pemerintahan tetap berjalan, sementara waktu pemerintah kecamatan mengambil alih,” katanya, Senin (1/2/2021).
Tetapi kendatipun sudah ada surat pengunduran diri, masih ada proses yang akan dilalui. Di mana pemerintah desa akan menggelar musyawarah bersama untuk menentukan sikap. “Dan sekarang kami masih melakukan koordinasi dengan pihak BPD, kapan akan digelar,” ujarnya.
Seperti diketahui, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk November-Desember 2020 di Desa Banjarsari tak kunjung cair. Akibatnya, warga yang kesal melakukan penyegelan Kantor Desa Banjar Sari, Jumat (29/1/2021).
Menurut keterangan beberapa warga hari Jumat itu, Kepala Desa Banjarsari Zuhri menjanjikan masyarakat bahwa BLT tersebut akan dicairkan pada 29 Januari 2021. Masyarakat lantas datang menuntut janji Kepala Desa. Total BLT dari dana desa (DD) itu Rp 195 juta lebih untuk 181 orang.
Sebelumnya, Selasa (5/1/2021), puluhan warga menggeruduk kantor desa setempat. Mereka mempertanyakan uang yang seharusnya mereka terima itu. Pertemuan akhirnya berlangsung dengan dihadiri unsur BPD, Camat, Danramil, Polsek, termasuk Kades sendiri.
Waktu itu, Kades Banjar Sari Zuhri memang mengakui bahwa BLT itu sudah habis dipakai. Tetapi ia tidak menyebutkan secara rinci penggunaan uang itu. “Uang itu memang tidak pernah saya pakai untuk urusan pribadi. Meski demikian ini tetap akan menjadi tanggung jawab saya,” ungkapnya. (wan/lie)