Kades Ajak Warga Tanam Tanaman Organik

ORGANIK : Kepala Desa Bagek Polak Amir Amraen Putra menunjukkan contoh tanaman organik yang wadahnya dari botol bekas (ZUL/RADARLOMBOK)

Di sejumlah pekarangan rumah warga di Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi, terdapat tanaman organik. Warga menanamnya karena program ini digalakkan oleh Kades setempat, Amir Amrain Putra.

 

 


ZULKIFLI-GIRI MENANG


 

Kemarin, Desa Bagek Polak kedatangan tamu rombongan TP PKK Serang Provinsi Banten. Mereka datang dalam rangka belajar sejumlah program di desa ini terutama di bidang keluarga. Rombongan PKK Serang kagum dengan suasana hijau yang menghias kantor Desa Bagek Polak. Ada botol-botol bekas yang berisi tanaman berjejeran secara rapi. “ Jadi kita mengajak warga untuk bertanam organik. Tidak perlu ribet, cukup dengan bekas botol atau polibeg di teras rumah. Seperti yang dilihat di depan, sudah kita contohkan,” ungkap Kades Bagek Polak Amir Amrain Putra sehabis menerima rombongan PKK Serang.

Menurut Amir, kampanye bertanam organik sudah dimulai sejak enam bulan lalu. Saat itu ada penelitian oleh mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang kebetulan sedang ber-KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Bagek Polak. Hasil penelitian menyimpulkan cukup banyak ditemukan bakteri Ekoli di sekitar desa. Kemudian juga diketahui bahwa asupan makanan warga kurang sehat karena warga lebih banyak mengkonsumsi makanan non organik yang dalam proses menanamnya sering kali kena semprot pestisida dan banyak unsur kimia lainnya. “Yang seperti itu tidak sehat, makanya kita ajak warga untuk mulai mengkonsumsi makanan organik dengan cara menanamnya sendiri di rumah, teras-teras rumah,” terangnya.

Perlahan masyarakat mulai mengikuti program ini bertanam organik di sekeliling rumah mereka. Kemudian parit-parit juga dijaga kebersihannya agar bakteri Ekoli juga bisa diminimalisir dampaknya. “Boleh dicek di rumah-rumah warga kalau tidak percaya,” jelasnya.

Berbagai jenis tanaman organik lanjut Amir, sudah bisa dibudidayakan secara organik, misalnya saja kangkung, sawi, cabai, tomat, dan lain-lain, yang biasanya menjadi konsumsi sehari-sehari. Di mana dalam proses pertumbuhan tanaman organik ini tidak ada menggunakan bahan-bahan kimia.

Apa yang dilakukannya ini kata Amir merupakan sebagian kecil dari apa yang diupayakannya untuk membangun desa, memperbaiki mental masyarakat ke arah yang lebih baik lagi. Kalaupun ada yang tidak suka, itu adalah resiko jabatan. Tetapi apa-apa yang sudah dilakukannya termasuk melakukan pelarangan kecimol dalam tradisi nyongkolan, menghilangkan kebiasaan minum-miuman keras, itu adalah murni untuk menjadikan Desa Bagek Polak semakin lebih baik lagi kedepannya. (*)  

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid