Kader PPP di Dewan Absen, Wartiah Geram

PEMBUKAAN MUSCAB: Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah beserta pengurus PPP Lotim memukul gong, sebagai pertanda Muscab PPP Lotim ke VII resmi di buka kemarin (19/10) (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur (Lotim) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke VII (tujuh), Rabu (19/10). Muscab itu sendiri berlangsung sederhana, dengan meminjam Kantor Pol PP setempat digunakan sebagai tempat acara.

Kegiatan itu pun dihadiri langsung pengurus DPP, Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah,  pengurus DPC, PAC se-Lotim dan para sesepuh, termasuk ratusan simpatisan partai berlambang Ka,bah tersebut.

Muscab ini sendiri dilakukan untuk memilih Ketua PPP Lotim yang baru untuk periode lima tahun kedepan. Proses pemilihan dilakukan, dengan sistem Formatur. Sistem ini  sebanyak lima orang yang ditunjuk untuk diberikan hak menentukan Ketua PPP Lotim. Mereka terdiri perwakilan dari pusat, DPW, kesepakatan dari DPC, dan perwakilan dari pakar majelis.

Namun di Muscab kali ini, tiga orang kader partai yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim ternyata tidak menghadiri kegiatan itu. Ketidak hadiran mereka pun membuat Ketua DPW PPP NTB, Wartiah geram. Ia pun segera akan melayangkan surat teguran untuk ketiga kadernya ini.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, H. Muzani Umar mengatakan, Muscab digelar berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Parpol, Lembaran Negara Nomor 48 tahun 2001 tentang Parpol, dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan. “Pelaksanaan Muscab ke VII dilakukan selama sehari. Dengan pesertanya terdiri dari DPP, DPW, DPC, dan PAC se Lotim,” sebutnya.

Sementara Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah melontarkan ungkapan kekesalannya dengan ketidak hadiran tiga kader PPP Lotim yang kini duduk dibangku Dewan Lotim. Sebagai pimpinan partai di NTB, dirinya pun akan segera melayangkan surat teguran kepada tiga anggota tersebut.

Sikap yang ditunjukkan tiga anggota dewan itu, sebagai bentuk kurang bertanggung jawab sebagai kader. Padahal lanjutnya, mereka ini dibesarkan dan bisa menjadi anggota dewan karena partai. “Kalau ada kader kita yang tidak memberikan dukungan terhadap program, maka harus diberikan peringatan,” tegasnya.

Ketiga kader ini sebelumnya telah diberikan undangan. Secara pribadi dirinya belum mengetahui pasti alasan ketidak hadiran mereka itu. Sebab, ketika pelaksanaan Bimtek beberapa waktu lalu, ketiga orang Dewan ini ikut menghadiri.  Yang jelas, dalam waktu dekat mereka akan segera melayangkan surat teguran dan peringatan. “Makanya kita akan cek dulu, apakah sudah dikonfirmasikan ketidak hadiran mereka ini,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan ketiga kader itu diberikan sanksi pemecatan? Segala kemungkinan itu bisa saja dilakukan. Namun sebelum itu dilakukan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan terlebih dahulu. “Bisa saja dipecat. Untuk sementara ini kita tidak bisa berandai andai, makanya kita kroscek dulu,” jawabnya.

Adanya dualisme kepemimpinan di PPP, Wartiah mempertegas hal itu sama sekali tidak ada. Kepengurusan PPP yang sah lanjutnya hanya satu, yaitu, PPP yang telah diberikan SK oleh Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumhan) di bawah kepengurusan Romahurmuziy. “PPP hanya satu, tidak ada kubu,” tegasnya.

Meski ada pihak yang melakukan Muscab dengan dalih mengaku sebagai pengurus PPP, dirinya sama sekali tidak mempersoalkan. Itu urusan mereka, dan sama sekali tidak ada urusan dengan mereka. “PPP yang sah ialah hari ini, dibawah kepemimpinan Romahurmuziy,” tandasnya.

SK yang dikeluarkan Kemenkumham, memiliki legalitas yang sangat kuat. Sebab, syarat disahkannya partai politik mengacu pada keputusan Kemenkumham. Keabsahan PPP kubu Romahurmuziy ini sebut Wartiah, dibuktikan dengan penolakan PPP kubu Djan Faridz oleh KPU DKI. “Dia tidak sah, karena dia hanya berdasarkan keputusan MA. Yang sah itu berdasarkan legitimasi Kemenkumhan. Jadi tidak lagi ada dualisme,” terangnya.

Dijelaskan, sebagai  partai Islam, PPP menyerukan para Kader untuk mengajak masyarakat khususnya di Lotim yang mayoritas Islam untuk bergerak membawa partai ini kedepan lebih baik dan maju. Partai ini sendiri memegang beberapa prinsip, salah satunya Istiqomah. Untuk itu, semua kader diminta tetap berpegang teguh pada partai dengan pimpinan yang sah.

“Sesuai dengan tema, PPP bergerak bersama rakyat. Kedepan saya minta maksimalkan silaturrahmi. Rutin melakukan safari dengan tokoh dan ulama. Supaya bisa menang dalam Pilkada nanti. Kita besar karena ulama, kembalikan PPP ke fitrahnya,” pesan Wartiah. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid