Kader Menentang Upaya Privatisasi Nama dan Lambang NW

Azhri Wathoni
Azhri Wathoni

MATARAM – Menyikapi polemik badan hukum Nahdlatul Wathan (NW) yang mencuat belakangan ini mendadapat tanggapan dari kader NW. Terutama tindakan reaksioner beberapa oknum yang melaporkan kader Nahdlatul Wathan yang menggunakan logo, nama, dan lambang organisasi NW.

“Kami menilai tindakan itu sebagai tindakan “privatisasi” yang sangat membahayakan organisasi Nahdlatul Wathan. Secara moralitas kami terpangil untuk menjaga marwah organisasi NW untuk mencegah terjadinya diskriminasi kader NW,” ucap salah seorang kader NW Azhri Wathoni, Sabtu (6/2).

Kader NW kelahiran Suralaga Lombok Timur itu menegaskan, sebagai kader NW yang telah mendapat bai’at dan berjanji kepada TGKH M Zainuddin Abdul Madjid untuk terus memperjuangkan NW memiliki tanggungjawab besar. Oleh sebab itu, tidak boleh ada yang melarang kader untuk menyebarluaskan panji-panji NW di seluruh pelosok negeri, bahkan penjuru dunia.

“Kami selaku kader menolak NW dijadikan sebagai milik pribadi sekelompok orang. Kami kader NW akan terus bergerak menjaga organisasi NW yang didirikan oleh guru kami Maulana Syeikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dari pembelokan-pembelokan tujuan organisasi. Gerakan penyelamatan organisasi wajib kami jalankan apapun resikonya,” tegas aktivis Lombok Timur itu.

Oleh karena itu, selaku kader dengan tegas menolak adanya pelarangan-pelarangan apalagi ancaman kriminalisasi terhadap acara peneguhan semangat juang kader NW. Bahwa peneguhan semangat juang kader dalam bentuk kegiatan apapun sepanjang itu positif tidak bertentangan dengan ajaran sang pendiri harus didukung penuh oleh kader lainnya.

Hal senada juga disampaikan kader NW dari Lombok Tengah Dedi Irawan menyesalkan adanya laporan terkait perjuangan membesarkan organisasi NW. Ia menyebut, sejatinya, lambang, logo dan nama Nahdlatul Wathan ini digunakan untuk kepentingan dakwah pendidikan, sosial, keagamaan dan pelayanan ummat, bukan untuk tujuan komersial.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa semua kader berkewajiban meneruskan dan mengembangkan perjuangan dengan wadah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan Negara serta agama.

“Kami sebagai kader NW siap membela dan mengawal marwah organisisasi Nahdlatul Wathan apapun resikonya dengan seluruh kekuatan yang kami miliki. Dan kami yakin semua orang tahu bahwa NW itu milik ummat. Apalagi yang sudah mendapat bai’at dan berjanji untuk mengembangkan NW,” pungkasnya.

Sementara itu, kader NW asal Lombok Barat Ramli berharap sesame kader NW tidak melakukan perilaku yang bertentangan dengan perjuangan pendiri Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdu Madjid, apalagi sampai melakukan privatisasi organisasi NW. Semestinya, Tugas sebagai kader NW seharusnya terus melestarikan perkembangan organisasi tercinta ini, jangan ada pembatasan apalagi pelarangan.

“Kan lucu itu, berbalik dari hajat Sang Pendiri Almaghfurlah Maulana Syeikh yang ingin agar NW ini Jaya sepanjang masa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader Nahdlatul Wathan agar tetap setia pada amanah guru besar Almaghfurlah untuk terus menjalankan program organisasi dengan yakin, ikhlas, Istiqomah, dan sabar.

“Kita harus bisa bikin bangga guru kita, bahwa murid-murid beliau tetap amanah untuk memajukan organisasi,” katanya. (luk)

BACA JUGA :  Demi Persatuan, TGB Zainul Majdi Siap Menjadi Wakil Ketua PB NW