Kader Gerindra Pendukung NADI Segera Dipecat

DEKLARASI: Ketua OKK DPC Gerindra KLU sekaligus Ketua GARDU NADI, Abdullah mendeklarasikan dukungan terhadap NADI di Pilkada KLU. Hal ini bertentangan dengan kebijakan Gerindra yang mendukung JODA. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – DPC Gerindra Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah mengusulkan pemecatan kader dan pengurus yang terang-terangan mendeklarasikan mendukung Najmul Akhyar-Suardi (NADI) di Pilkada KLU 2020. Padahal, Gerindra sudah jelas-jelas mengusung Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA). “Mereka sudah kita usulkan dipecat,” tegas Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto saat ditemui di Kantor DPRD NTB, Selasa (3/11) kemarin.

Seperti diketahui, sejumlah kader dan pengurus Gerindra mendeklarasikan dukungan kepada NADI pekan lalu. Mereka adalah kader dan pengurus yang kecewa terhadap kebijakan Gerindra yang mengusung JODA, bukan Sarifudin, Wakil Bupati KLU saat ini. “Usulan pemecatan sudah kita ajukan ke DPP melalui DPD,” jelas Anggota DPRD NTB dapil Lombok Barat-KLU ini.

Ditegaskan, sebagai partai komando, Gerindra tak akan mentolerir adanya oknum kader yang menentang kebijakan partai. Kader semestinya loyal terhadap garis kebijakan partai, bukan sebaliknya.

Memang disadari bahwa kebijakan Gerindra mengusung JODA tidak bisa memuaskan semua pihak. Tetapi ketika partai sudah menetapkan dukungan, tentu semuanya  harus taat. Di sinilah akan diuji sikap dan kematangan dalam berpartai. Apakah akan loyal atau tidak. “Jika melawan kebijakan partai, lebih baik silakan angkat kaki dari partai,” tegasnya.

Gerindra lanjut Sudirsah tidak mentolerir kader yang mengangkangi harkat dan martabat partai. Apalagi dilakukan secara terang-terangan. Jika dibiarkan terus-menerus, maka akan berdampak terhadap kekompakan partai dalam memenangkan JODA. “Ini sikap memalukan. Mengaku-aku kader partai loyal, tetapi sikap dan perbuatan melawan kebijakan partai,” imbuhnya.

Sudirsah juga menyesalkan sikap para loyalis Sarif, menyentil program Gerindra yang digawangi Haji Bambang Kristiono (HBK), Anggota DPR RI Dapil Lombok, berupa pembagian makanan siap saji itu. Semestinya  sebagai kader harus bangga, bukan sebaliknya, menyentil dan merendahkan program HBK Peduli. “Proses pemecatan para loyalis Sarif sedang berproses,” pungkasnya. (yan)