Kaca Mobil Dibobol, Rp 49 Juta Raib

PENCURIAN: Tim identifikasi Satreskrim Polres Lotim saat melakukan olah TKP kasus pencurian dengan modus membobol kaca mobil (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Para pegawai di Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) dikagetkan dengan aksi pencurian, Rabu kemarin (2/10), sekitar pukul 10. 00 Wita .  Mobil jenis Honda Brio Nomor Polisi DR. 1259 AV, kaca bagian kanan depan hancur setelah di jebol komplotan maling. Selain itu, pelaku juga berhasil membawa kabur uang tunai Rp. 49 juta yang ditinggalkan di dalam mobil tersebut.

Padahal, uang itu merupakan dana bantuan sosial (Bansos) yang baru saja di ambil dari bank untuk pembangunan Masjid Attaubah Dusun Pena, Desa Pena, Kecamatan Jerowaru.

Kuat dugaan pelaku mengintai dan membuntuti korban sejak dari Bank. Saat kejadian, para pegawai di Dikes saat itu sedang ramai dan sibuk dengan aktifitasnya. Kebetulan di halaman depan saat itu tidak ada satu pun orang. Sementara mobil itu sendiri tepat di depan halaman Dikes. Sedangkan Bendahara Masjid saat itu sedang pergi membeli rokok. “Karena panas, saat itu saya keluar dari mobil. Dan saya pergi sebentar beli rokok,” ungkap Umar, Bendahara Masjid.

Uang tunai sebesar Rp. 49 juta itu katanya, baru saja diambil dari bank bersama dengan ketua masjid yang juga salah seorang petugas kesehatan di Dusun Pena. Dimana setelah dari bank, ia diajak ketua masjid ke Dikes karena ada keperluan.

Setibanya, ketua Masjid meminta untuk menunggu. Karena cukup lama menunggu, dia pun memilih untuk keluar dari dalam mobil. Sementara buntalan uang yang disimpan di dalam plastik ditinggalkan di dalam mobil. Mobil itu ditinggalkan dalam kondisi sudah terkunci, dan kaca tertutup rapat.  “Setelah itu saya pergi cari rokok keluar.  Ketua masjid masuk ke dalam karena ada urusan,” tuturnya.

Dia sendiri membeli rokok tepat di pinggir jalan depan Kantor Dikes. Diperkirakan, pelaku pencurian jumlahnya dua orang. Pertama kali ia melihat seorang menggunakan motor jenis Jupiter MX, menggunakan helm. Meski gerak-geriknya mencurigakan, namun ia tak menyangka jika orang itu sedang mengintai uang di dalam mobil itu.

Bahkan pelaku itu sempat masuk ke dalam halaman kantor Dikes, namun tak lama di keluar kembali. “Tidak lama dia keluar lagi sambil menelpon,” lanjutnya.

Setelah itu, ia kembali melihat seorang pelaku berjalan dari arah yang sama dengan pelaku yang menggunakan motor itu. Namun satu orang pelaku ini langsung masuk ke halaman Dikes. Tidak begitu lama ia pun keluar kembali dan  melihat pelaku itu sedang memasukkan sesuatu ke dalam bajunya. Pelaku ini kemudian langsung dijemput pelaku yang memakai motor, dan mereka langsung kabur.

“Satu pelaku yang jalan kaki itu, kalau saya lihat (pasti) saya kenali dia. Soalnya dia tidak pakai helm, rambutnya cukuran cepak,” kata dia.

Ia pun kemudian langsung bergegas  menuju mobil tersebut . Seketika ia terkejut, karena  melihat mobil kaca bagian samping depan sudah hancur di jebol pelaku. Sementara uang yang ditaruh di kursi depan raib di bawa pelaku.

“Saya sama sekali tidak curiga. Kita tidak tau, apakah mereka membuntuti kita dari bank atau dari mana. Karena sebelumnya kita tidak lihat ada yang membuntuti kita,” jelasnya.

Hal sama juga dikatakan Ketua Masjid, H. Mastur Amri. Dijelaskan, saat itu ia ada keperluan di Dikes. Sementara uang Bansos masjid diserahkan ke bendahara. Namun bendahara saat itu juga ikut keluar, dan uang ditinggalkan di dalam mobil. Namun tidak lama kemudian ia mendengar mobilnya di jebol maling dan uang Bansos telah lenyap.

“Saya tidak begitu perhatikan, uang itu baru kita ambil. Tidak ada kecurigaan ada orang yang membuntuti kita,” singkatnya.

Kejadian inipun langsung dilaporkan ke kepolisian. Tim indetifikasi dari Satreskrim Polres Lotim langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kasus ini kini dalam penyelidikan kepolisian. “Kita langsung lakukan olah TKP. Dan kasusnya sedang kita dalami,” kata Kapolres Lotim melalui Kasatreskrim, AKP Wengki Oktariansyah. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid