Kabar Dua Warga Lembar Meninggal karena Divaksin Ternyata Hoaks

Polres Lobar bersama Dikes menberikan keterangan terkait adanya informasi warga yang meninggal karena vaksin. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Hati-hati dalam berspekulasi dan beropini di media sosial, yang bisa menyebabkan kegaduhan, sehingga Polisi turun langsung untuk mendalaminya.

Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, ucapan bela sungkawa di media sosial, atas meninggalnya salah satu warga di Lembar dikomentari negatif, berdasarkan opini dan spekulasi sendiri, sehingga menyebabkan kegaduhan di media sosial.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Bagus S. Wibowo, melalui Kasi Humas Iptu I Gede Gumiarsana mengatakan, kegaduhan di media sosial ini berawal dari informasi tentang vaksinasi menyebabkan dua warga Lembar meninggal dunia. “Jadi terkait dengan pemberitaan di medsos, berawal dari status sdr. BDS yang mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu teman dekatnya,” ungkapnya melalui keterangan resminya, Senin (5/7/2021)

Namun dari komentar-komentar yang beredar, banyak yang beropini bahwa warga Lembar tersebut meninggal akibat daripada vaksinasi, sehingga menimbulkan kegaduhan.

Faktanya, Dinas Kesehatan Lobar telah mengonfirmasi bahwa, yang bersangkutan belum divaksinasi karena dalam kondisi sakit.
“Yang bersangkutan belum divaksin, karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit, sehingga tidak divaksin,” ujarnya.

Jadi berdasarkan hasil penyelidikan dari Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Lombok Barat, tidak ditemukan bahwa vaksinlah penyebab dari meninggalnya kedua orang tersebut.
“Untuk sementara, pemilik status yakni bernama BDS masih dilaksanakan penyelidikan dan interogasi, sedangkan komentar yang menyebabkan kegaduhan ini, sedang didalami,” katanya.

Saat ini Polisi telah memanggil BDS untuk dimintai keterangan, dan juga dari pihak Puskesmas Jembatan Kembar juga telah dikonfirmasi, sedangkan terkait pembuat komentar yang menyebabkan kegaduhan, polisi masih melakukan pendalaman.

Menyikapi ini, Kabid P3KL Dinas Kesehatan Lombok Barat, Ahmad Taufik Fatoni angkat bicara, tentang kabar yang menyatakan warga berinisial SP meninggal dunia akibat baru selesai vaksin.
“Menyikapi informasi yang beredar di luar, dua warga Lembar memang meninggal kalau secara positif covid-19, dua duanya karena hasil swab sudah keluar,” ungkapnya.

Informasi yang beredar saat ini, keduanya meninggal karena sudah divaksin, sedangkan sampai saat ini berdasarkan data-data yang ada di Dinas Kesehatan belum pernah terdaftar menerima vaksin covid-19.
“Dalam aplikasi vaksinasi covid itu, tidak ada pernah terdaftar sebagai yang menerima vaksin covid-19 untuk seminggu ini, kami sudah mengecek kegiatan dari hari Sabtu ini pun kegiatan massal yang kita lakukan di pelabuhan tidak ada namanya,” jelasnya.

Selain berdasarkan data-data dari Dinas Kesehatan, ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari pihak keluarga, dan perangkat desa menyatakan bahwa yang bersangkutan belum menerima vaksin.
“Pernyataan dari istri, termasuk Kadus dan ibunya, bahwa pasien ini tidak pernah divaksin, jadi vaksinasi terhadap dua orang yang meninggal ini sampai saat ini data tidak ada menunjukkan kalau telah divaksin,” tegasnya.

Sementara itu, BDS pemilik status ucapan bela sungkawa di medsos mengaku tidak tahu kalau statusnya dikomentari negatif, tentang spekulasi penyebab kematian temannya. “Beliau itu (yang meninggal dunia) temen TK , SMP dan SMA, saya jadi tidak ada maksud lain, saya cuma menginformasikan aja ke temen-temen, biar ikut berbela sungkawa,” katanya.

Sedangkan untuk komen di statusnya BDS mengaku masih belum membacanya, karena banyaknya komentar yang masuk di statusnya.(ami)