Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Bertambah Signifikan

Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa
BERTAMBAH : Jumlah rumah rusak akibat bencana gempa bertambah secara signifikan, Kabupaten Lombok Barat menjadi wilayah yang paling banyak mengalami rumah rusak. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemerintah pusat berkomitmen membantu seluruh korban yang rumahnya rusak akibat gempa. Data terbaru yang dikeluarkan Komando Tugas Gabungan Terpadu ( Kogasgabpad) Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok-Sumbawa, jumlah rumah rusak melonjak tajam. Total rumah rusak hingga saat ini sesuai data sebanyak 149.706 unit. Demikian penjelasan Divisi Data dan Informasi Aster Kogasgabpad Tribudi Prayitno, Selasa (4/9).

BACA JUGA: Robohkan Rumah, Sejumlah Korban Gempa Keluarkan Biaya

Jumlah rumah rusak tersebut bertambah hampir 100 persen dibandingkan data sehari sebelumnya. Jumlah rumah rusak per tanggal 2 September sebanyak 83.392 unit. Itu artinya jumlah bertambah 66.314 unit. Jumlah yang bertambah signifikan disebabkan melonjaknya data kerusakan di semua kabupaten/kota terdampak.”Semua informasi data tersebut sifatnya sementara, dan kemungkinan masih bertambah seiring dengan gempa-gempa susulan,” kata Tribudi.

Kabupaten Lombok Barat masih menjadi wilayah terdampak dengan angka kerusakan rumah terbanyak. Berdasarkan data terbaru, jumlah rumah rusak sebanyak 55.497 unit dari sebelumnya hanya 37.285 unit. “ Di Lobar, 173 unit rumah dan 43 unit fasilitas sosial (Fasos) siap dibangun kembali,” sebutnya.

Berikutnya di Kabupaten Lombok Utara (KLU) jumlah kerusakan rumah bertambah dari 23.098 unit menjadi 38.497 unit. Setelah dilakukan pembersihan puing-puing, hingga saat ini baru siap untuk membangun 866 unit rumah dan 43 Fasos. Hal yang sama juga terjadi di Lombok Timur. Bahkan jumlah kerusakan rumah bertambah lebih dari 100 persen. Data terakhir menyebutkan jumlah kerusakan mencapai 15.642 unit rumah dari data sehari sebelumnya 7.280 unit. Namun yang sudah siap dibangun kembali sekitar 410 unit. Lombok Tengah tidak mau kalah. Jumlah rumah yang rusak menjadi 11.232 unit dari data sebelumnya 4.629 unit. Kemudian Kota Mataram terdapat 4.446 unit rumah rusak dari sebelumnya 2.060 unit. “ Data rumah yang masuk sampai saat ini secara keseluruhan yang diperkirakan rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan sejumlah 149.706 unit,” tegas Tribudi.

BACA JUGA: Perbaikan Rumah Sakit dan Sekolah, Kontraktor Diberi Waktu Dua Bulan

Untuk dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Sumbawa, data yang disampaikan menjadi satu. Data terakhir yang dimiliki Radar Lombok, jumlah rumah rusak di dua kabupaten tersebut sebanyak 9.040 unit. Namun dipastikan jumlah kerusakan rumah bertambah signifikan.

Menurut Tribudi, data-data kerusakan rumah tersebut berdasarkan laporan yang masuk. Untuk melakukan verifikasi dan validasi, acuannya haruslah data tersebut. Hal ini dimaksud agar semua masyarakat yang menginformasikan kondisi rumahnya dapat dievaluasi tingkat kerusakannya. Data tersebut masih perlu diverifikasi dan divalidasi,” ungkap mantan Kabag Humas Pemprov NTB ini.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut