Jumlah PDP dan ODP Covid-19 di NTB Terus Meningkat 

Covid-19 NTB 28
Data terbaru Covid-19 di NTB. Sumber Gugus Tugas Covid-19 NTB.

MATARAM – Berdasarkan update data kewaspadaan wabah virus Corona (Covid-19) yang diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB per 28 Merat 2020 pukul 14:00 Wita, terjadi peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di tiga kabupaten dan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di tujuh kabupaten/kota di NTB.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menyebut bahwa jumlah PDP di NTB meningkat 3 orang terdiri dari Kabupaten Lombok Barat 1 pasien Kabupaten Lombok Timur 1 pasien, Kabupaten Dompu 1 pesien. Sementara untuk ODP meningkat 162 orang terdiri dari, Kabupaten Lombok Timur 52 orang, Kabupaten Lombok Barat 39 orang, Kabupaten Bima 22, Kota Mataram 19 orang, Kabupaten Lombok Utara 12 orang, Kabupaten Dompu 10 orang dan Kota Bima 9 orang.

“Kalau saya lihat data meningkatnya ODP dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah warga NTB di luar daerah/luar negeri yang pulang, baik pekerja maupun mahasiswa,” kata Gede, Sabtu (28/3).

Gede menjelaskan, terjadikan peningkatan jumlah pasien dengan status PDP maupun ODP dipengaruhi adanya warga NTB yang pulang baik dari luar daerah atau luar negeri. Meski berbagai upaya telah dilakukan Pemprov maupun Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya antisipasi pencegahan Covid-19.

Data secara keseluruhan dengan rincian jumlah orang yang diperiksa di NTB yang terdiri dari warga NTB, Warga Negara Asing (WNA) maupun warga luar daerah sebanyak 801 orang yang terseber di kabupaten dan kota di NTB. Yakni, ada 42 Dalam Pengawasan (PDP). Hasil penanganan, 19 orang sudah sembuh dan 23 orang pasien masih dalam pengawasan. Kemudian jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 759 orang, ada 209 orang diantaranya sudah selesai pemantauan dan ada 550 orang masih dalam pemantuan. Sementara yang positif Covid-19 masih dua orang yang saat ini masih dilakukan perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB.

Selain itu, lanjut Gede, Promprov NTB sudah mempersiapkan secara khusus bagi warga NTB, baik yang baru pulang dari luar daerah maupun dari luar negeri untuk dilakukan karantin maupun perawatan jika ada warga NTB yang dinyatakan PDP dan ODP.

“Kalau PDP, sudah jelas di RS. Kalau ODP disiapkan di sejumlah lokasi baik provinsi dan kabupaten/kota. Misalnya di Provinsi NTB. Bapelkes, Asrama Haji, BPSDM dan lain-lain,” bebernya.

Selain karantina, pada lokasi-lokasi tersebut juga bisa di hotel serta karantina dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing dengan mengikuti SOP yang ditentukan. Karena masyarakat berstatus ODP ini bukan pasien, tetapi mereka yang sehat, namun karena memiliki resiko karena pulang dari daerah terpapar sebagai langkah antisipasi saja.

“Ini yang penting diberi pemahaman dan diedukasi kepada masyarakat, sehingga tidak panik atau takut berlebihan. Jangan sampai karena kurang paham, timbul hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penolakan atau pengusiran dan lain-lain,” pungkasnya. (sal)

BACA JUGA :  Sumbawa Dominasi Kasus Baru, Kota Bima Kembali Zona Kuning