Jumlah ODP dan PDP Naik Dua Kali Lipat

RAPAT : Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy selaku ketua Gugus Corona memimpin rapat yang digelar di lapangan kantor Bupati Lombok Timur, Senin (30/3). (Janwari Irwan/Radar Lombok)
RAPAT : Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy selaku ketua Gugus Corona memimpin rapat yang digelar di lapangan kantor Bupati Lombok Timur, Senin (30/3). (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur merilis jumlah warga yang masuk status Orang dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Jumlah warga yang menjadi ODP terus bertambah.

Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, menyampaikan, jumlah ODP maupun PDP (Pasien Dalam Pemantauan) terus bertambah. Dimulai tanggal 24 Maret lalu, jumlah yang positif Corona 1 orang, PDP 4 orang dan ODP 66 orang, pada tanggal 25 Maret yang positif Corona 2 orang, PDP 3 orang dan ODP 77 orang. Pada tanggal 26 Maret PDP 3 orang dan ODP 104 orang, tanggal 27 Maret PDP 6 orang dan ODP 104 orang. Tanggal 28 Maret PDP 7 orang dan ODP 156 orang. Dan tangal 29 Maret PDP 7 orang dan 284 orang.”Dan yang sekarang PDP 5 orang, ODP 378 orang, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 3.083 orang. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tanggal 28 kemarin, dan yang positif itu keadaannya terus membaik,”katanya.

Ia mengatakan, jumlah ODP ini akan terus bertambah sehubungan dengan adanya masyarakat yang kembali dari luar negeri (TKI). Bahkan berdasarkan data kepulangan TKI Lombok Timur sampai dengan 25 Maret jumlahnya  sebanya 1.834 orang. Jumlah ini di luar jumlah TKI non prosedural.”Untuk sekarang ini saja yang pulang jumlahnya 1.834 orang, yang paling banyak berasal dari Kecamatan Suela 195 orang, kemudian Sakra 173 orang dan Kecamatan Sakra Barat jumlahnya sebanyak 172 orang,” katanya.

Untuk itu untuk mengantisipasi hal ini, salah satu caranya Pemkab Lombok Timur akan membentuk tim penyambutan di tiga lokasi yaitu di Bandara Internasional Lombok (BIL), Pelabuhan Lembar serta Pelabuhan Kayangan.” Setiap orang yang berasal dari Lombok Timur akan diperiksa oleh aparat, jika memiliki gejala akan langsung diisolasi, dan jika tidak ada gejala, maka statusnya masuk dalam Orang Dalam Pemantauan, dan tidak keluar rumah dan menerima tamu,” tegas mantan Komandan Kodim Lombok Timur ini.

Disampaikannya, bagi masyarakat yang diisolasi di rumahnya, maka Pemerintah Lombok Timur akan memberikan uang biaya hidup selama 14 hari sebesar Rp 200 ribu  rupiah. Sementara  bagi yang diisolasi di rumah susun Kayangan, maka semua jatah hidupnya akan diberikan atau dibiayai oleh pemerintah daerah.

Khusus untuk bantuan yang akan diberikan bantuan terutama masyarakat yang masuk dalam Orang Dalam Pemantauan ini, pemerintah desa diminta melakukan pendataan kemudian dilaporkan ke Camat. Camat nanti melapor ke tim Gugus Corona.”Setelah data yang sudah diverifikasi ini diterima oleh kabupaten, maka kabupaten akan memberikan uang kecamatan, dan kecamatan diharapkan memberikan jatah 200 ribu berupa kebutuhan pokok seperti beras dan lain- lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyatakan perang secara total melawan Covid 19. Perang total terhadap virus ini dilakukan untuk mencegah adanya masyarakat terpapar virus. Jumlah tenaga medis yang ada di Lombok Timur tentunya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat. Akan tetapi dengan rasa tanggung jawabnya, para tenaga medis meski menggunakan Alat Pelindung Diri seadanya, terus memberikan pelayanan.” Atas dasar itu pemerintah Lombok Timur akan memberikan insentif kepada para tenaga medis, dokter, perawat dan bidan yang bertugas menangani pasien Covid 19,” kata Sekda HM. Juaini Taofik kepada Radar Lombok, di ruang kerjanya, Senin (30/03).

Insentif akan diberikan kepada semua tenaga medis sebagai bentuk apresiasi daerah.”Jika virus ini berakhir selama satu bulan, maka kita akan berikan satu bulan, jika tiga bulan maka selama tiga bulan akan kita berikan,” katanya.

Adapun jumlah insentif yang akan diberikan, untuk dokter Rp 7, 5 juta, perawat berstatus ASN, Rp 5 juta, sedangkan perawat dan bidan non ASN dapat Rp 2, 5 juta, di luar APD yang diterima.” Jadi yang kita berikan ini merupakan tenaga medis yang terlibat secara langsung, karena banyak tenaga medis yang tidak terlibat secara langsung,”ungkapnya.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyebut jumlah tenaga medis yang menangani secara langsung di lapangan 1.205 orang yang terebar dari Dikes, Puskesmas hingga Pustu. Itu jumlah yang ASN, sementara yang non ASN jumlahnya 2.854 orang. “ Jumlah ini merupakan tenaga yang ada di luar rumah sakit swasta, klinik dan lain yang sampai saat ini belum dikoordinasikan,”ungkapnya.

Mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki, baru ada sebanyak 90 unit di luar rumah sakit.  Rencananya hari ini akan diberikan oleh provinsi sebanyak 200, yang kemudian akan dibagikan ke semua Puskesmas yang ada. Sementara masker akan dibeli sebanyak 500 ribu yang dipesan di Desa Selagek Kecamatan Terara.” Masker yang kita akan beli ini akan kita bagikan ke semua masyarakat Lombok timur, dimana masker ini bisa dicuci kembali,”ungkapnya.

Intinya, Pemkab Lombok Timur akan perangi Corona ini dengan cara kebersamaan dengan menyiapkan alat – alatnya, dengan anggaran sebesar Rp 55 miliar yang bersumber dari belanja langsung tahun 2020.(wan)