Jukir RSUD Selong Tetap Tolak Pihak Ketiga

JUKIR
GEJOLAK : Lahan parkir RSUD dr. Raden Seodjono Selong yang rencananya akan dipihak ketigakan. Namun para juri parkir menolak keerlibatan pihak ketiga. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Juru parkir (jukir) RSUD dr. Raden Soedjono Selong tetap akan menolak keberadaan pihak ketiga yang akan mengelola lahan parkir di rumah sakit itu. Penolakan itu disebabkan mereka kapok dengan pengalaman sebelumnya. Di mana ketika itu lahan parkir itu sempat dikelola oleh pihak ketiga ketika masih ditangani oleh Dinas Perhubungan (Dishub).  Namun pihak ketiga hilang begitu saja dan para jukir tidak diberikan gaji.

Akibat dari penolakan itu, rencana pihak rumah sakit untuk mempihakketigakan kembali pengelolaan lahan parkir itu sampai sekarang belum terlaksana. Rencananya lahan parkir itu akan dikelola oleh PT Rinjani Perwira Prima. Bahkan sebelumnya para jukir sempat bersitegang dengan Plt Dirut RSUD R Soedjono Selong dr Hasbi ketika mengetahui   kalau pihak ketiga akan masuk mengambil lahan parkir tersebut. ‘’Apapun alasasnya kita tetap menolak. Meskipun semua jukir yang ada akan diakomodir tapi teman-teman tetap tidak mau kerja sama dengan pihak ketiga ini,‘’ kata Ketua Lembaga Lentera Rinjani, Imam Pahlefi Aqsa yang mendampingi para jukir, Senin (5/8).

Kegingan para jukir tak lain agar pengelolaan lahan parkir itu tetap seperti semula tanpa melibatkan pihak ketiga. Bahkan mereka pun sanggup untuk memberikan PAD yang lebih besar bagi daerah dari pada perusahaan. Selain itu, selama lahan parkir itu dikelola oleh para Jukir yang ada sekarang, tidak pernah ada masalah apapun. Baik itu kehilangan motor dan lainnya. ‘’Kalau masalah keamanan tetap terjaga,‘’ ujarnya.

Meskipun pihak ketiga atau perusahaan yang akan masuk bersedia untuk mengakomodir sebanyak 24 jukir yang ada termasuk memberikan gaji sesuai standar,  mereka tetap tidak akan mau. ‘’Karena teman jukir kita pernah ada pengalaman kelam ketika lahan parkir itu sempat dikelola oleh perusahaan. Gajinya tidak diberikan dan perusahaan itu hilang entah keman,‘’ terang dia.

Polemik lahan parkir ini katanya juga telah diadukan ke Bupati. Mereka sangat menyambut baik solusi yang diberikan oleh bupati. Di mana Bupati sebutnya juga dengan tegas meminta supaya lahan parkir rumah sakit tidak dipihakketigakan ke pihak perusahaan. Hal itu disampaikan langsung dihadapan Plt Dirut RSUD Selong dr. Hasbi. ‘’Informasi yang saya dapatkan dari teman jukir yang telah bertemu dengan pak Bupati sudah diputuskan agar lahan parkir itu tetap dikelola oleh teman-teman,‘’ tutupnya.

Sebelumnya, upaya mediasi masalah pengelolaan  lahan parkir ini telah dilakukan antara pihak rumah sakit dengan para juru parkir ini. Bahkan Plt Dirut RSUD Hasbi memanggil perwakilan juru parkir  keruang kerjanya untuk diajak bicara. Dihadapan mereka, Hasbi ketika itu berjanji akan memperjuangkan mereka untuk tetap bekerja ditempat itu. Terlebih lagi  sebagaian mereka ini telah menjadi petugas parkir secara   turun temurun. Namun diminta, supaya jangan jangan sampai ada dari mereka yang terpengaruh provokasi.

Karena belum ada titik temun, para juru parkir ini juga sempat mengadu ke pengurus DPRD Lotim. Mereka meminta agar PDIP yang merupakan partai pengusung Bupati Sukiman-Rumaksi memperjuangkan hak mereka . (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid