Jotun Indonesia Timur Sumbang Market Share 23 Persen

PENYERAHAN: Perwakilan PT Jotun Indonesia, Yayasan Peduli Anak, anak asuh Yayasan Peduli Anak, Dinsos NTB, dan kepolisian saat penyerahan CSR di Desa Langko, Lombok Barat (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRIMENANG—PT Jotun Indonesia bagian Indonesia Timur menguasai market share cat hampir 23 persen. Khusus Lombok, Jotun memiliki 10 dealer yang bersumbangsing terhadap market share perusahaan secara nasional.

Bahkan untuk NTB sendiri, cat Jotun sudah banyak digunakan di tempat publik yang ada di NTB, seperti Islamic Center, kantor wali kota, kantor bupati, Transmart, dan masih banyak lagi lokasi lainnya yang telah didekorasi dengan Jotun.

”Sumbangan share penjualan dari bagian Indonesia Timur mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, DAN Nusa Tenggara cukup besar se-Indonesia,” kata  Marketing Manager PT Jotun Indonesia, Leonard Bimbuain, didampingi Area Sales Manager Indonesia Timur PT Jotun Indonesia, Husodo Hoe, saat penyerahan CSR di Yayasan Peduli Anak, Desa Langko, Lombok Barat, Minggu lalu (23/7).

Jotun sebagai salah satu perusahaan global terkemuka penghasil cat decorative, protective coatings, marine coatings, dan powder coating, juga kembali menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR), bertajuk Jotun Warnai Dunia 2017, yang merupakan sebuah upaya dalam peremajaan bangunan dengan melakukan proses pengecatan Yayasan Peduli Anak  berlokasi di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. ”Jotun ingin terus menunjukkan kontribusinya melalui Program CSR bertajuk Jotun Warnai Dunia yang telah dimulai sejak tahun 2011,” ujarnya.

Kali ini, Jotun menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap anak-anak dalam rangka Hari Anak Nasional. Karena sebagai penerus bangsa, anak-anak merupakan investasi berharga bagi sebuah Negara. Karenanya merupakan tanggung jawab bersama untuk memberikan kualitas hidup yang baik bagi mereka. ”Ini agar kelak mereka dapat membawa perubahan berarti bagi negara,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, ada empat bangunan yang akan dilakukan pengecatan, antara lain dua bangunan sekolah dasar, satu asrama anak perempuan dan juga satu asrama anak laki-laki. Selain itu, PT Jotun Indonesia juga melakukan proses pengecatan di seluruh pagar yayasan tersebut. Dalam eksekusinya, proses pengecatan dilaksanakan dalam tiga tahap, mulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar, lalu pengecatan lapisan luar. Kegiatan tersebut dilakukan secara simultan yang dilakukan oleh komunitas masyarakat sekitar yayasan dan juga para penghuni yayasan.

Sebelumnya, Jotun juga sudah memberi pelatihan softskill cara mengecat dengan baik melalui program Jotun Paint School ke pihak yayasan yang telah dilakukan pada 15-16 Juni 2017. Pelaksanaan Jotun Paint School ini terdiri dari workshop, kemudian praktek pengecatan yang dimulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar dan pengecatan lapisan luar. ”Program ini kami harapkan bisa menjadi bekal yang berguna dikemudian hari bagi anak-anak di Yayasan Peduli Anak,” tambahnya.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Peduli Anak, Chaim Fetter mengatakan sangat bahagia dan mengapresiasi kepedulian PT Jotun Indonesia yang diimplementasikan melalui program Jotun Warnai Dunia. Besar harapannya melalui kegiatan ini akan mampu menghadirkan suasana baru yang dapat menciptakan rasa nyaman bagi anak-anak, dan juga para penghuni yayasan lainnya. ”Saya berharap akan semakin banyak perusahaan seperti PT. Jotun Indonesia yang memiliki kepedulian dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak ini,” harapnya. (gt)