Job Fair, 1.143 Pelamar Adu Nasib

Job Fair
Adu Nasib : para pelamar yang ikut beradu nasib di Job Fair Lotim 2020 yang bertempat di kantor Disnakertrans Lotim, Senin (16/3).(M. GAZALI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

SELONGJob fair 2020 yang digelar Pemkab Lombok Timur di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi resmi dibuka, Senin (16/3). Sebanyak 1.143 pelamar yang mengadu peruntungan untuk mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan tersebut. Pelaksanaan job fair ini melibatkan 43 perusahaan yang ada di Lotim. Lokasi kegiatan dipenuhi oleh para pelamar yang menunggu di setiap stan masing-masing perusahaan untuk di-review dan diperiksa berkas lamarannya.” Job fair yang kita gelar ini merupakan salah satu upaya Pemkab bersinergi dengan  perusahaan. Terutama untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat kita yang mencari kerja ‘’ kata Kadisnakertrans Lotim H. Supardi kemarin.

Dari 43 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam job fair ini terangnya, sebanyak 800 lowongan pekerjaan yang tersedia. Kegiatan ini  disambut baik oleh masyarkat. Hal itu dilihat dari jumlah pelamar yang ikut berpatisipasi.

“ Diantaranya lowongan yang disiapkan itu, seperti dokter, perawat, tenaga marketing, administrasi di bank dan banyal lainnya,” ungkapnya.

Melalui job fair ini tentunya diharapkan kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. “ Meski sekarang sedang ramai virus Corona, tapi antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat tinggi,” ungkap Supardi.

Lebih lanjut dia sampaikan berkaitan dengan angka pengangguran di Lotim. Kata Supardi, selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini angka pengangguran di Lotim mengalami penurunan.  Data di tahun 2019, jumlah pengangguran  tercatat sekitar 19 ribu lebih.” Melalui job fair ini kita berharap angka pengangguran di Lotim akan terus berkurang ‘’ harapnya.

Jumlah perusahaan yang aktif berdasarkan data Disnakertrans sebanyak 989 perusahaan. Dari jumlah tersebut,  ada sekita 800 perusahaan yang memiliki peluang kerja bagi masyarakat. Karenanya, jika setiap tahunnya, ditarget akan mampu menyerap sebanyak 5 ribu tenaga kerja.” Kalau sekali job fair bisa menyerap 800 pekerja. Tapi kalau kalau dalam setahun bisa kita laksanakan tiga kali, maka kita bisa turunkan angka pengangguran itu 5 sampai 10 persen,” ungkapnya.

Para pelamar yang mengikuti job fair ini juga harus memeuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan, terutama oleh perusahaan. Diantaranya memiliki sertifikasi kompetensi. Salah satu contoh untuk karyawan toko. “Karenanya, kalau ada kompetensi yang tidak terisi dalam job fair , maka kita nanti akan berikan pelatihan. Sehingga kita siapkan tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan perusahaan ‘’ tutupnya. (lie)