Jika Membandel, Sekolah Ancam Bakar HP Siswa

Larangan Bawa HP Ke Sekolah

Ilustrasi Siswa Dilarang Bawa HP
Ilustrasi Siswa Dilarang Bawa HP

SELONG – Surat Edaran Gubernur NTB terkait larangan membawa handphone dan sepeda motor terus menjadi persoalan serius yang dialami setiap sekolah. Di SMKN 1 Keruak misalnya. SE gubernur itu masih belum sepenuhnya diindahkan.

“Untuk larangan membawa ponsel, sudah maksimal. Tapi untuk sepeda motor, ini yang masih terus kita upayakan,” ucap Kepala SMKN 1 Keruak, Ir. Mahmuza, Rabu (1/11).

Khusus untuk ponsel, jelasnya, pihak sekolah mensosialisasikan SE itu secara rutin. Dalam sosialisasi itu, pihak sekolah mengancam siswa akan dibakar ponselnya jika membandel.

Langkah ini disebutnya sebagai upaya sok terapi bagi siswa. Toh SE ini disebut manfaatnya akan kembali kepada siswa.

BACA JUGA :  SMPN 1 Gangga Kelar Laksanakan Ujian Semester

“Tapi namanya anak-anak, ada saja yang masih nekat membawa HP dengan berbagai cara dilakukan. Namun bagi yang kedapatan, kita buatkan perjanjian untuk dibakar HP-nya,” ujarnya.

Dengan adanya perjanjian seperti ini, jelasnya, secara perlahan siswa tidak kembali membawa HP. Namun, tidak bisa di pungkiri, banyak siswa yang masih membawa barang elektronik itu ke sekolah.

“Untuk kali pertama kita panggil orangtuanya dan buatkan perjanjian untuk membakar HP-nya. Tapi, besoknya, siswa yang lain lagi yang bertingkah,” akunya.

Meski demikian, ia tetap melakukan sosialisasi kepada siswa. Baik pada saat upacara, pada saat imtaq dan pertemuan-pertemuan lainnya.

Sementara itu, untuk larangan membawa sepeda motor, dirinya mengaku sulit menerapkan aturan tersebut. Lantaran masih banyak sekolah yang berasal dari pelosok dan letak sekolah yang tidak dilalui angkutan umum.

“Ini juga kita sudah sosialisasikan bersama Satlantas, dan keadaan kita bisa kita mengerti, namun dengan sarat siswa harus menggunakan helm ke sekolah,” akunya.

Ia juga mengatakan, saat ini rata-rata sekolah sudah menerapkan larangan membawa sepeda motor ke sekolah. Namun kenyataannya di lapangan, sekolah hanya melarang membawa sepeda motor ke sekolah. Sementara sekolah membiarkan siswanya parkir di samping bahkan di depan sekolah.

“Apa seperti ini tidak mengejek-ejek aturan. Apa bedanya sekolah melarang membawa sepeda motor ke sekolah sementara siswa menyimpan di depan sekolah,” ucapnya.

BACA JUGA :  SDN 2 Cakranegara Tingkatkan Mutu Bahasa Inggris

Praktis, demi proses kelancaran belajar, ia membolehkan siswa membawa sepeda motor. Tapi siswa tetap dikenakan kewajiban menggunakan helm. (cr-rie)