“Jenderal” Pengendali Pabrik Sabu Ternyata Burunon Interpol

Kombes Pol Hilmi Kwarta Kusuma Putra (dok)

MATARAM—Yusuf alians Jenderal narapidana Lapas Mataram yang diduga pengendali pabrik sabu rumahan di Pringgasela, Lombok Timur ternyata buronan interpol.

Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra mengatakan bahwa Yusuf alias
Jenderal selain sebagai bandar narkotika, juga pelaku perampokan. Dia pernah melakukan perampokan di Malaysia dan Brunei Darussalam sehingga menjadi buronan interpol. “Jejak pelaku ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Direktur Resnarkoba Polda NTB,”kata Hilmi.

Dengan terungkapnya hal ini, Jenderal pun kemungkinan besar bakal diserahkan ke Interpol guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Namun sebelum itu, ia masih punya urusan dengan Polda NTB. Selain berurusan dengan Ditresnarkoba Polda NTB, Jenderal juga bakal berurusan dengan Ditrskrimum Polda NTB.
Urusannya dengan Ditresnarkoba Polda NTB yaitu terkait peran Jenderal yang mengendalikan pabrik sabu rumahan di Pringgasela dari dalam Lapas Kelas II A Mataram. Sementara dengan Ditreskrimum Polda NTB yaitu berkaitan dengan dugaan adanya aksi pencurian dengan kekerasan yang dilakukan Jenderal di wilayah NTB. ” Kemungkinan perbuatan (pasal) 365 (KUHP) dia di NTB sedang ditelurusi,”beber Helmi.

Jadi begitu Jenderal selesai menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Mataram karena kasus narkotika, Jenderal belum bisa berpuas diri. Sebab masih banyak kasus yang akan dihadapinya.
Untuk hukuman atas kasus narkotikanya sendiri, Jenderal baru menjalaninya selama 4 tahun dari vonis penjara selama 10 tahun.

Terpisah Kalapas Kelas IIA Mataram, Muhammad Susanni menegaskan pihaknya akan semakin memperketat pengawasan di dalam Lapas.
Pihaknya tidak ingin ada lagi barang terlarang seperti handphone, narkoba, benda tajam, dan barang terlarang lainnya masuk ke dalam Lapas. Selain memperketat pengawasan di penitipan barang pihaknya juga memperketat pengawasan di ruang narapidana.
“Kita razia seminggu sekali,”tegasnya.

Sebagai bentuk komitmennya membawa Lapas Kelas II A Mataram ke arah yang lebih baik lagi, Susanni mengaku terbuka atas saran dan masukan masyarakat.Jika ada oknum petugas yang bermain pihaknya berharap dapat diinformasikan.
“Sebagai bentuk komitmen, kami punya Signal Pas yang dapat diunduh di play store. Itu untuk memberikan informasi kepada kita. Jadi kita terbuka. Masyarakat misalkan memiliki aduan terkait situasi di dalam Lapas silahkan informasikan kami akan langsung respon,”bebernya.(der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaSoal Aset di Trawangan, Pemprov Berikan SKK ke Kejati
Berita berikutnyaMenjadi Wirausaha Muda NTB yang Tangguh