Jemput Paket Narkoba, Petugas Bapas Dipenjara

DITANGKAP: Oknum Bapas Sumbawa ditangkap setelah mengambil kiriman narkoba melalui salah satu ekspedisi Jakarta-Sumbawa. ( DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polda NTB makin gila. Bagaimana tidak, lancarnya peredaran serbuk haram ini tak lepas dari campur tangan aparat. Seperti yang terjadi dengan seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram, AHW dan oknum petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Sumbawa, AH.

AH ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB setelah melalui penyelidikan. Mulanya, BNNP mendapatkan informasi upaya penyelundupan narkoba dari Jakarta ke Sumbawa. Dari informasi itu juga, polisi mendapati bahwa barang nakjis itu akan dikirim melalui salah satu jasa ekspedisi di wilayah Alas, Sumbawa. Petugas kemudian mengintai aksi itu dan mendapati seorang pria sedang mengambil paket kiriman dengan gelagat mencurigakan sekitar pukul 11.30 Wita, Sabtu (31/10). Petugas kemudian memeriksa pria itu bersama barang kiriman yang diambilnya. ‘’Kiriman itu berupa celana. Tapi setelah diperiksa di dalam celana tersebut, ditemukan satu bungkus plastik bening beirisi sabu seberat 49,52 gram. Sabu tersebut diselipkan di dalam lipatan celana,’’ beber Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putera saat mengungkap kasus itu, Senin (2/11).

Mirisnya lagi, BNNP mendapati AH adalah petugas Bapas Sumbawa. Tak sampai di situ, AH juga mengaku bersedia mengurus barang haram itu atas perintah salah seorang narapidana Lapas Mataram, AHW. Narapidana kasus narkotika ini sedang menjalani hukumannya setelah divonis 13 tahun penjara. AHW baru empat tahun ini menjalani masa hukuman. Barang tersebut rencanya bakal diserahkan kepada S, warga Desa Kalimangi Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Setelah mendapatkan nama tujuan pengiriman barang itu, petugas kemudian bergerak ke rumahnya S. Sesampainya di sana, petugas menggeledah rumah S dan menemukan barang bukti sabu sebanyak dua plastik klip bening. Masing-masing beratnya 13,13 gram dan 24, 25 gram. ‘’Barang bukti tersebut ditemukan di dalam jok motor pelaku,”ungkap Sugianyar.

Dari hasil interogasi S juga mengaku diarahkan mengambil paketan tersebut di AH atas perintah seorang narapidana Lapas Kelas IIA Mataram. Ia adalah narapidana kasus narkotika dengan vonis penjara seumur hidup inisial FF.  ‘’Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi NTB,”ujarnya.  

Atas pengakuan kedua pelaku, petugas BNN kemudian mengembangkan lagi kasus tersebut dengan mengamankan kedua narapidana yang dimaksud. “Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,”ucapnya.

Dengan adanya keterlibatan oknum petugas Bapas ini, Kadivpas Kanwil Kemenkum Ham NTB, Astiti mengaku kaget. Sebab ini merupakan kali pertamanya petugas Bapas terlibat langsung dalam peredaran narkotika. Astiti mengaku mendukung upaya BNN dalam memberantas peredaran narkotika. “Jika memang terbukti silahkan diproses,”tegasnya.

Astiti mengaku tidak akan mentolerir jika ada petugasnya yang terlibat narkotika. Untuk itu, pihaknya mempersilakan BNN mengusut kasus itu hingga tuntas.“Ini merupakan komitmen kami dalam upaya mendukung Lapas bersinar (bersih dari narkotika),”cetusnya.

Terhadap pelaku AH, Astiti menegaskan, jika dia terbukti terlibat narkotika maka selain ancaman pidana penjara, yang bersangkutan juga terancam dipecat dari Bapas Sumbawa. “Jika terbukti tentu akan dikenakan sanski. Sanksi terberatnya yaitu dilakukan pemecatan,”ucapnya.

Sementara itu terkait keterlibatan narapidana dalam peredaran narkotika, Kalapas Kelas IIA Mataram, Susanni mengaku kecolongan lagi kali ini. Susanni mengaku sama sekali tidak tahu asal muasal narapidana mendapatkan handphone untuk berkomunikasi dengan tersangka. Termasuk Apakah ada keterlibatan dari anggotanya, Susanni mengaku belum bisa memastikannyua. Untuk itu pihaknya menunggu hasil penyelidikan dari BNN. ‘’Jika jelas orangnya pasti kita tindak sesuai aturan yang berlaku,”ungkapnya. (der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaTidak Netral, 15 ASN Kota Mataram Diproses KASN
Berita berikutnyaHonda Supra GTR 150 Sensasi Kecepatan Sesungguhnya