Jembatan Selengen-Gumantar Putus Lagi

PUTUS: Jembatan penghubung Desa Selengen dan Desa Gumantar kembali putus, Sabtu (30/1). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Derasnya aliran air sungai akibat intensitas hujan yang begitu tinggi, Sabtu (30/1) lalu menyebabkan jembatan penghubung Desa Selengen dan Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan kembali putus. Dengan penyebab yang sama, jembatan ini pernah putus awal 2020. Waktu itu masyarakat bergotong royong menyambung jembatan dengan kayu dan bambu, karena belum ada dana perbaikan dari kabupaten. “Jadi sebenarnya jembatan penghubung Desa Gumantar dan Desa Selengen itu sudah putus duluan. Yang putus sekarang ini kayu dan bambu yang digunakan sebelah barat dan timur karena terbawa arus,” terang Kepala BPBD KLU Muhadi melalui Pusdalop BPBD Araruna kepada Radar Lombok, Minggu (31/1).

Diungkapkan, jembatan penghubung itu bukan jalan utama namun merupakan jalan alternatif. Solusinya sekarang adalah harus diperbaiki atau dibangun ulang mulai dari nol sesuai harapan Bupati pada saat berkunjung waktu itu.

Diungkapkan Araruna, hujan lebat akhir pekan itu juga sempat merendam permukiman di Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga; Jambianom, Desa Medana Kecamatan Tanjung; Muara Putat, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang; Teluk Kombal; dan Teluk Nare, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang. Beruntung air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga, sehingga tidak ada yang mengungsi. Adapun air yang merendam permukiman ini datang dari sungai yang meluap. Adapun Teluk Ombal dari air laut pasang laut. “Empat titik sudah surut cepat, yang masih terendam halaman lingkungan tetap Teluk Kombal yang berlangganan, tapi tetap saja nanti juga surut,” ungkapnya. (flo)