Jembatan Ambruk, 5 Pekerja Tewas

SELONG— Jembatan  penghubung Lingkungan Muhajirin Pancor dengan Kelurahan Sekarteja  Kecamatan Selong, Lombok Timur  sepanjang 23 meter dengan lebar 8 meter dan ketinggian 13 meter ambruk  sekitar pukul 14.00 Wita Selasa kemarin (14/6).

Saat ambruk, jembatan ini tengah dalam pembangunan. Saat itu tukang bangunan tengah mengecor balok jembatan.  Lima orang pekerja tewas tertimbun, sementara  lima lainnya termasuk dua pengawas dari Dinas PU mengalami luka. Diperkirakan ambruknya jembatan ini karena tiang-tiang penyangganya tidak mampu menahan beban yang ada.

Ambruknya jembatan ini tiba-tiba. Tukang yang bekerja tidak bisa menyelamatkan diri.  Menurut Edi Nurharianto, 36 tahun pengawas dri Dinas PU Lombok Timur, ambruknya jembatan dengan ketinggian 13 meter ini secara tiba-tiba saat sembilan pekerja sedang mengecor. "Pengecoran tinggal sedikit sekitar ukuran dua molen, tiba-tiba jembatan ambruk," kata Edi asal Penyaong Masbagik Timur ini.

Saat kejadian dikatakan dirinya berada di sisi selatan jembatan yang masih sebagian belum dicor. Sementara sebagian pekerja masih sedang mengecor di bagian tengah dan utara jembatan. Jembatan ini dikatakan sedang masa penyelesaian dan pengerjaan tahap kedua dan mulai dikerjakan 15 Maret lalu, direncanakan akan berakhir atau selesai pada bulan ini.

Proyek jembatan ini dikerjakan oleh CV Pilar Mandiri Mataram dengan anggaran sekitar Rp 1,360 miliar pada tahap pertama dan sekitar Rp 750  pada tahap kedua ini. "Pengecoran terlalu dipaksa, mestinya separuh-separuh dulu tunggu agak kering baru kemudian disambung lagi," jelasnya.

Terlebih pengecoran menggunakan redimik yang kekuatan semprotannya mencapai 15 meter dan dicor dari arah samping, sehingga hal ini dikatakan menjadikan beban jembatan yang memiliki ketebalan cor-coran balok diagram dan lantainya dengan ketebalam 1,6 meter ini kemudian roboh. "Jadi beban semakin berat manakala pengecoran dengan alat ini, kerena semprotnnya sngat keras," jelasnya. Inilah yang diperkirakan sebagai penyebab robohnya jembatan disamping faktor cor-coran masih basah.

Akibat terjatuh bersama jembatan bersama delapan orang lainnya, Edi mengalami keseleo pada pergelangan kaki kiri dan luka lecet pada beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu salah satu pekerja  Jaelani asal Bermi Pancor mengatakan bahwa saat kejadian ia juga berada pada sisi selatan jembatan. "Posisi saya ada di selatan sementara orang-orang yang tertimbun posisinya berada di tengah-tengah dan utara," katanya saat ditemui di RSUD Selong. Ia mengalami keseleo pada bagian kaki dan beberapa luka lecet.

 
BACA :
>>  Satu Korban Berhasil Dievakuasi

>>  Polisi Periksa Penanggung Jawab Proyek
 

Kepala tukang, Badrun 45 tahun asal Montong Gamang Loteng saat ditemui di RSUD Selong saat mengecek para pekerjanya mengatakan jika jumlah pekerja saat jembatan ambruk sebanyak 9 orang. "Pokoknya jumlah pekerja saja sebanyak 9  orang dan 10 dengan saya," katanya.

Saat itu di lokasi juga kata Badrun, ada 2 orang pengawas dari Dinas PU yang tengah bertugas mengawasi pembangunan.Menurutnya, ada 5 orang meninggal dunia dan 6 orang selamat.Sementara satu orang belum diketahui nasibnya.

Ambruknya jembatan ini membuat kaget warga sekitar. Tidak lama, di sekitar jembatan ini sudah dipadati warga yang datang menyaksikannya. Puluhan polisi dibantu TNI dan Pol PP dikerahkan mengamankan lokasi  namun tidak mampu menghalau warga yang ingin menyaksikan  langsung dari jarak dekat. Meski lokasi diguyur hujan deras, warga tetap tak beranjak menyaksikan proses evakuasi oleh Basarnas, polisi. TNI, BPBD  dan Pol PP.

Tim Basarnas, polisi. TNI, BPBD  dan Pol PP berusaha keras mengevakuasi para korban. Banyaknya bahan material dan lokasi yang terjal menyulitkan petugas. Pada sore hari, dua korban tewas berhasil dievakuasi. Khairul, 28 tahun asal Sekarteja, Akmaludin, 45 tahun asal Montong Gamang Loteng.

Pencarian dan evakuasi kembali dilanjutkan pada malam hari. Tiga pekerja yang tewas tertimbun berhasil dievakuasi. Ketiganya yakni  Mul, 18 tahun asal Sekarteja, Yus asal Montong Gamang Loteng serta Yasir. Sementara pekerja    yang selamat dan hanya mengalami luka Junaidi, Edi Nurharianto, Amaq Irfan, Abdul Kadir dan  Zainul.

Komandan SAR Pos Kayangan I Putu Arga Sujarwadi mengatakan bahwa para korban berdasar data yang dilaporkan telah semuanya ditemukan, sehingga  proses evakuasi dihentikan. "Sementara evakuasi kita hentikan dan jika ada laporan lagi maka kita akan melakukan evakuasi lagi," katanya. Lokasi ambruknya jembatan ini langsung dipasangi garis polisi oleh aparat Polres Lombok Timur.   Kapolres Lotim, AKBP Karsiman mengatakan,  kejadian ambruknya jembatannya menyebabkan lima orang meninggal dunia, 4 luka berat dan satu selamat. Dugaan awal ada unsur kelalaian dalam pengerjaan proyek ini. Kedua ada dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek ini dan mempekerjakan anak dibawah umur. ''Akan kita ambil langkah untuk proses hukum,''jelasnya.

Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin turun langsung ke lokasi kejadian. Dia  minta kontraktornya bertanggungjawab atas peristiwa ini. Apalagi setelah mendapat laporan dari Dinas PU yang mengatakan  kontraktor ini dilarang menggunakan pengecoran demgan alat redimik, akan tetapi ternyata dilanggar. Ada indikasi juga jembatan ini tidak sesuai spesifikasi. "Apalagi sampai ada korban maka ini harus diusut tuntas, ini menandakan kpntraktor ingin cepat jadi namun mengabaikan kualitas dan hanya mengedepankan keuntungan," katanya. (lal/lie)

BACA JUGA :  Guru SD Tewas Tertimpa Pohon Tumbang