Jemaah Calon Haji Asal NTB Tewas Ditabrak Lari

JCH Asal NTB Tewas Ditabrak Lari
TABRAK LARI : Kabid Haji dan Umroh Kemenag NTB, H Ma’ad Umar menemukan JCH atas nama Usman telah meninggal dunia yang diduga akibat tabrak lari bus, Kamis kemarin (24/8). (KEMENAG NTB FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kabar pilu kembali datang dari Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Lombok di tanah suci Mekkah. Jika sebelumnya ada yang meninggal karena sakit, kini salah satu JCH asal NTB meninggal dunia diduga akibat tabrak lari bus di Mekah.

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) wilayah NTB, H Ma’ad Umar yang berada di Mekkah mengungkapkan, dirinya menemukan jenazah yang telah dibungkus plastik. “Kayaknya meninggal karena tabrak lari,” terang Ma’ad melalui aplikasi WhatsApp, Kamis kemarin (24/8).

Dituturkan, almarhum yang masuk kloter 8 baru sampai Mekkah. Kemudian bergegas ke Masjidil Haram dalam kondisi fisik yang lelah. Para JCH tidak mengetahui medan atau jalan-jalan yang ada disana, sehingga ada yang tersesat.

Menurut Ma’ad, almarhum yang meninggal dunia tersebut kemungkinan tersesat. Saat berpisah dengan rombongan itulah, terjadi tabrak lari. Mengingat, pelaku dan kendaraan yang menabraknya hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. “Mereka belum tahu medan. Akibatnya kembali dalam keadaan linglung dan disorientasi sehingga  mereka tersesat dan lain-lain,” tuturnya.

Ma’ad sendiri awalnya mengetahui informasi tersebut menjelang Subuh waktu setempat, Kamis kemarin (24/8). Ia mendengar ada JCH yang ditabrak kendaraan di jalan, dekat hotel Mawasim Al-Raudhah. Lokasi tersebut termasuk wilayah sektor 8 Raudlah Mekah.

Saat itu Ma’ad tidak pernah membayangkan korban adalah JCH asal NTB. Ia hanya ingin tahu sehingga langsung menuju lokasi. Dari kejauhan, sudah ada mobil polisi dan di sampingnya sebuah bungkusan plastik besar. “Ternyata setelah saya mendekat, isinya adalah mayat,” ungkapnya.

Secara fisik, mayat tersebut terlihat seperti orang Afrika. Namun, yang membuat Ma’ad penasaran adalah tas kecil yang digunakan merupakan JCH asal Indonesia. “Setelah itu saya minta polisi memeriksa gelangnya. Alangkah terkejutnya saya, ternyata jamaah haji NTB keloter 08 atas nama Usman bin Ismail,” ceritanya.

Mengetahui mayat tersebut berasal dari NTB, Ma’ad langsung memperjelas apa yang sebenarnya terjadi kepada polisi. Namun belum ada keterangan yang valid. Bahkan di dekat polisi ada saksi mata yang melihat almarhum ditabrak, namun tidak mengetahui pasti nomor kendaraan itu.

Identitas lengkap mayat tersebut atas nama Usman bin Ismail, kelahiran 31 Desember 2958. Almarhum berasal dari Dusun Sori Nae, Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. “Saksi mata yang melihat terjadinya almarhum ditabrak hanya lihat dari jarak jauh, dia tidak dapat memastikan nomor pelat  bus yang menabrak,” tandas Ma’ad.

Sebelumnya, JCH asal NTB yang telah meninggal dunia atas nama Marhan Bahrudin Abidin bin H Pahrudin. Usianya 69 tahun dari Dusun Batuyang Lauk, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya. Almarhum meninggal pada hari Sabtu, 19 Agustus saat persiapan melakukan tawaf.

Kronologis kejadian, saat tiba di Mekah, almarhum hendak melakukan tawaf. Padahal sudah diingatkan agar istirhat terlebih dahulu. Akibat kelelahan itulah, almarhum meninggal dunia di Mekah. Dipastikan, tidak ada kekerasan atau hal yang mencurigakan lainnya. (zwr)