Jemaah Ahmadiyah Tagih Janji Gubernur NTB

Terkait Rehab Rumah yang Dirusak Warga

Jemaah Ahmadiyah
JEMAAH AHMADIYAH: Tampak para jemaah Ahmadiyah dan keluarganya yang sedang berada di tempat penampungan sementara, setelah rumahnya dirusak oleh warga. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Jemaah Ahmadiyah yang berada di pengungsian terus menunggu janji Gubernur NTB, yang berencana memperbaiki rumahnya yang dirusak oleh warga. Pasalnya, hingga kini warga jemaah Ahmadiyah masih berada di pengungsian.

Salah satu warga jemaah Ahmadiyah, Edo mengatakan sampai sekarang rumahnya yang dirusak warga Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur (Sakti), perbaikannya belum ada kejelasan dari pemerintah. Dilain sisi, pihaknya juga mendesak pemerintah agar segera dipulangkan ke kampung halamannya. “Saya pingin pulang ke kampung halaman saya. Tapi saya menunggu Gubernur memperbaiki rumah yang sudah dirusak oleh warga. Karena itu (adalah) janjinya beberapa waktu yang lalu,” katanya, Senin (25/6) kemarin.

Sejak awal, pihaknya menyatakan keinginannya bersama jamaah lainnya bisa kembali beraktivitas di tanah kelahirannya. Sehingga dia juga mengharapkan mendapatkan jaminan keselamatan dari pemerintah, jika suatu saat dipulangkan kembali. “Yang paling penting jika kami dipulangkan, bagaimana agar keamanan kami terjamin,” pintanya.

Selain menunggu janji Gubernur, dia juga menunggu pemerintah daerah untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi warga jemaah ahmadiyah. Karena selama di dalam penampungan, ia dan jemaah lainnya tidak bisa melakukan aktivitas (bekerja). “Anak saya banyak, kalau saya tidak kerja mau makan apa? Makanya saya tuntut janji pemerintah daerah, untuk mengusahakan kita mendapatkan pekerjaan,” tuntutnya.