Jelang WSBK, Pemesanan Hotel Masih Sepi

HOTEL ARUNA : Salah satu hotel bintang di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat masih sepi pesanan kamar untuk penonton WSBK pada tanggal 11-13 November 2022 mendatang. (DOK / RADAR LOMBOK)

MATARAM –  Perhelatan balap dunia World Superbike (WSBK) tahun kedua di Sirkuit Mandalika Lombok, kembali digelar pada tanggal 11-13 November 2022 mendatang. Penjualan tiket WSBK juga mulai digencarkan oleh sejumlah pihak yang telah ditunjuk oleh MGPA dan juga Pemprov NTB. Hanya saja, perhelatan WSBK yang sebentar lagi, kurang dari sebulan itu, belum ada tanda-tanda boking kamar hotel yang menggembirakan.

Pasalnya, hingga pekan ketiga November, sejumlah hotel bintang dan non bintang di Pulau Lombok yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mataram (AHM), baru menerima pesanan atau boking kamar hotel di bawah 10 persen. Kondisi tersebut, jauh berbeda saat perhelatan event WSBK pertama pada tahun 2021 dan juga gelaran MotoGP pada Maret 2022 lalu. Di man, satu bulan bahkan dua bulan sebelum event, pesanan kamar hotel sudah di angka 90 persen.

“Hingga saat ini pesanan kamar hotel masih di bawah 10 persen. Padahal, kurang dari 3 mingguan lagi event WSBK ini. Sementara saat MotoGP, 3 bulan sebelumya pesanan sudah di atas 90 persen,” beber Ketua AHM Yono Sulistyo kepada Radar Lombok, Rabu (19/10).

Menurut Yono, jika dibandingkan dengan event WSBK pada November 2021 lalu, di mana pesanan kamar dua bulan sebelum perhelatan pesanan kamar sudah mencapai 90 persen untuk hotel-hotel yang masuk dalam keanggotaan AHM. Namun kini, tinggal tiga minggu pelaksanaan WSBK, pesanan kamar masih sangat sepi, baru di bawah 10 persen.

Baca Juga :  APEX NTB Pastikan Kontainer Bukan Kendala Ekspor

“Masih di bawah 10%, padahal kurang 3 mingguan. Saat MotoGP, 3 bulan sebelumnya udah 90 persen lebih pesanan kamar,” ungkapYono yang juga General Manager Fave Hotel Mataram ini.

Ia menduga masih sepinya pesanan kamar hotel jelang perhelatan event WSBK di Sirkuit Mandalika, mungkin disebabkan event bersamaan, yakni MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia yang dilaksanakan juga pada bulan Oktober ini. Terlebih lagi, 60 persen penonton MotoGP Sirkuit Sepang Malaysia itu berasal dari Indonesia.

“Kayaknya kalah gaung sama MotoGP di Malaysia bulan Oktober ini. Penonton di Malaysia kan 60% dari Indonesia,” ujar Yono.

Yono juga memastikan jika harga kamar hotel sesuai dengan saran dari PHRI ataupun Dinas Pariwisata NTB. Hanya saja, sekarang ini harga masih normal, karena permintaan masih sepi, sehingga tidak mungkin pelaku usaha hotel menaikkan harga kamar, sementara tamu sepi yang mesan.

“Harga itu adalah faktor demand dan supply. Kalau gak ada permintaan tidak mungkin orang jual mahal,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan General Manager Aruna Senggigi, Weni Kristanti menyebut jika pesanan kamar hotel untuk penonton WSBK masih sepi. Pesanan kamar di hotelnya itu masih di bawah 20 persen. Kondisi sekarang jauh berbeda dengan event WSBK tahun 2021 lalu, justeru jauh sebelum pelaksanaan event pesanan kamar sudah di atas 90 persen.

Baca Juga :  Pocari Sweat Kembali Gelar Event Lari Terbesar di Indonesia 2022

“Pesanan kamar penonton WSBK masih di bawah 20 persen. Kalau tahun lalu justeru sudah full sebulan sebelum event,” bebernya.

Ketua Umum Asosiasi Travel Indonesias (Astindo) NTB H Sahlan menyebut jika hingga tiga minggu jelang event WSBK di Sirkuit Mandalika, pesanan paket wisata masih minim.

“Pesanan untuk penonton WSBK baru 45 kamar dari semua anggota Astindo. Kalau tahun lalu, sebulan sebelum event itu ratusan kamar sudah diboking,” ungkapnya.

Sahlan menyebut masih sepinya tamu yang memesan paket wisata menonton WSBK Sirkuit Mandalika, bisa saja disababkan adanya kekhawatiran terjadinya resesi yang semakin besar. Sehingga calon penonton itu, lebih berpikir untuk saving anggarannya untuk antisipasi terjadinya resesi ekonomi.

“Mungkin ada kekhawatiran resesi global, sehingga masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya untuk antisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, PIC Penjualan Tiket WSBK dari PT GNE Melly menyebut jika penjualan tiket lokal untuk WSBK baru di angka 100 tiket untuk semua kategori. Sementara itu, target penjualan tiket WSB secara kesuluhan di angka 50 ribuan tiket untuk semua kelas.

“Terkait update penjualan kami di GNE untuk tiket WSBK mencapai 100, baik kelas festival – reguler dan premium,” pungkasnya. (luk)

 

Komentar Anda