Jelang Pilkades, Camat Kumpulkan Cakades

SOSIALISASI: Camat Sakra, dengan didampingi Kapolsek Sakra dan Danramil Sakra, gencar turun ke desa-desa yang melaksanakan Pilkades serempak, untuk melakukan sosialisasi (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan berlangsung pada tanggal 14 Desember 2016 mendatang, Camat Sakra yang dibantu pihak aparat keamanan seperti Kapolsek Sakra, serta Danramil Sakra, mulai gencar melakukan sosialisasi terhadap semua calon kepala desa (Cakades).

Menurut Camat Sakra,Lalu Safrudin, sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah, dalam hal ini pemerintah kecamatan dalam mensukseskan Pilkades yang tinggal beberapa hari lagi, Kecamatan Sakra secara rutin mendatangi masyarakat, terutama di desa-desa yang akan menyelenggarakan Pilkades.

“Untuk Kecamatan Sakra ini ada empat desa yang akan mengikuti pemilihan serempak. Sebagai bentuk rasa peduli kami, maka setiap ada pertemuan desa kita selalu hadir,” ungkapnya, Senin (5/12).

BACA JUGA :  Sengketa Hasil Pilkades Ombe Baru Diserahkan ke BPD

Bahkan untuk menghindari adanya  gesekan antara pendukung yang satu dengan pendukung lainya, di Desa Rumbuk telah disepakati untuk tidak melakukan kampanye terbuka. Namun masyarakat Rumbuk lebih memilih Cakades melakukan penyampaian visi dan misinya saja.

“Jadi untuk menghindari adanya gesekan-gesekan itu, telah disepakati masyarakat di Desa Rumbuk agar Cakades tidak melakukan kampanye terbuka. Sedangkan untuk desa-desa yang lain, mereka lebih memilih untuk melakukan kampanye (terbuka),” jelasnya.

Disampaikan, untuk menjaga keamanan, dalam penyampaian visi dan misi nantinya diharapkan kepada semua calon agar menggunakan bahasa-bahasa yang santun, dan tidak saling menjelekkan sesama calon. ”Yang paling penting disini, ketika menyampaikan visi dan misinya, jika terpilih jangan sampai ingkar dengan visinya,” tegas Safrudin.

BACA JUGA :  Pilkades Lombok Timur Berlangsung Ricuh

Sementara itu, Kapolsek Sakra, AKP Muhammad Qomar, juga mengimbau kepada semua Cakades agar dalam pelaksanaan pemilihan menjaga ketertiban. Apalagi jika sampai calon itu memikirkan banyaknya dana desa yang diberikan pemerintah, sehingga mereka menggunakan segala cara. “Semakin besar nafsu serakah kita untuk menjadi kepala desa, maka semakin besar pula peluang “makan gratis” kedepanya. Jadi siapapun yang terpilih nantinya, jadilah kepala desa yang baik, dan gunakan kepercayaan itu,” pintanya. (cr-wan)