Jelang Nataru, TPID NTB Gencarkan OPM Bahan Pokok Strategis

TPID NTB Nataru
PANTAU HARGA : Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Ahmad Fauzi bersama Kepala Biro Ekonomi Setda NTB H Wirajaya Kusuma memantau stok dan harga bahan pokok di Pasar Mandalika, Rabu (23/11).

MATARAM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB memastikan pasokan dan stok kebutuhan pangan pokok strategis jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember mendatang. Selain itu, TPID NTB juga terus menggencarkan operasir pasar murah (OPM) untuk bahan pokok strategis di sejumlah pasar tradisional untuk stabilisasi harga.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Ahmad Fauzi, Kepala Biro Ekonomi Setda NTB H Wirajaya Kusuma bersama Perum Bulog NTB dan Dinas Perdagangan Kota Mataram serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB yang tergabung dalam TPID NTB, Rabu (23/11) melakukan pemantauan harga pangan pokok strategis di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram untuk memastikan harga terjangkau dan pasokan lancar selama Nataru.

“Kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga ini akan terus dilakukan sampai harga normal,” kata Ahmad Fauzi.

Fauzi mengatakan pelaksanaan OPM BI NTB bersama TPID NTB ini sebagai salah satu upaya mengendalikan laju inflasi, serta memastikan pasokan bahan pokok normal serta harga terjangkau bagi masyarakat. Pelaksanaan OPM bahan pokok ini difokuskan untuk beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti tomat, bawang merah dan beras.

Operasi pasar murah dengan melibatkan Bulog untuk beras dan mengambil tomat dari petani langsung, serta bawang merah di fokuskan di empat pasar tradisional di Kota Mataram, yakni Pasar Mandalika, Pasar Pagesangan, Pasar Kebon Roek Ampenan dan Pasar Sindu Cakranegara. Keempat pasar tradisional itu di sasar melakukan OPM, karena menjadi pengambilan sample pergerakan harga dan stok bahan pokok dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Operasi pasar murah bahan pokok ini akan terus kita lakukan sampai Nataru. Karena kita ingin usahkaan mengendalikan inflasi bisa di angka 6 persen hingga akhir tahun 2022 mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi NTB H Wirajaya Kusuma mengatakan pelaksanaan OPM bahan pokok strategis ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan setiap Senin bersama Kemendagri untuk memastikan pasokan dan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sehingga inflasi bisa terkendali.

“OPM ini menjadi upaya kita untuk memastikan komoditas strategis tersedia di pasar –pasar dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” kata Wirajaya.

Ia menambahkan, pasokan bahan pokok pada prinsipnya berjalan lancar, begitu juga dengan stok dalam kondisi aman, meski terdapat kenaika harga sedikit, yang disebabkan faktor produksi yang bekurang karena faktor cuaca ekstrim terjadi belakangan ini.

“Dari aspek ketersediaan bahan pokok ini tidak ada masalah. Meski naik sedikit, tapi barang tersebut tetap tersedia,” pungkasnya. (luk)

Komentar Anda