Jelang MotoGP, Pemda Evaluasi Kekurangan IATC dan WSBK

FGD: Sekda NTB, Drs HL Gita Ariadi, M.Si, bersama Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi, menjadi pembicara pada FGD persiapan MotoGP. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Setelah sukses penyelenggaraan event internasonal IATC dan WSBK di Sirkuit Pertamina Mandalika, Pemerintah Provinsi NTB kini mulai bersiap-siap menghadapi gelaran MotoGP, Maret 2022 mendatang.

Karena itu berbagai persiapan-persiapan menuju event dimaksud mulai dilakukan lebih awal, agar kelemahan-kelemahan yang ditemukan selama berlangsungnya IATC dan WSBK bisa disempurnakan pada pelaksanaan MotoGP mendatang.

“Tugas bersama kita tidak hanya selesai hingga IATC dan WSBK. Namun gelaran MotoGP menjadi moment strategis, sekaligus menjadi tuntutan kita untuk lebih bekerja ekstra lagi, agar pelaksanaan MotoGP berjalan sukses, dan bisa menutupi kelemahan-kelemahan yang ditemukan selama pelaksanaan event WSBK dan IATC,” kata Sekda NTB, Drs. HL. Gita Ariadi, M.Si saat membuka Focus Group Discussion (FGD) menghadapi MotoGP 2022, Rabu (29/12)

Disampaikan Gita, pihaknya tidak menginginkan stamina habis hanya sampai di penyelenggaraan WSBK saja. Namun menghadapi MotoGP nanti, harus dipersiapkan stamina baru untuk menuju kesuksesan event yang lebih besar lagi.

“Dengan dilaksanakannnya kegiatan ini pula (FGD), berarti telah membuktikan bahwa kita masih memiliki tenaga dan obsesi untuk mensukseskan event dunia yang mempertaruhkan citra daerah, bangsa dan Negara di mata dunia,” tandas Sekda.

Lebih jauh Miq Gita, panggilan akrab Sekda NTB ini menegaskan, evaluasi pelaksanaan IATC dan WSBK diakui memiliki berbagai kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaannya, baik dari sisi perhubungan, kesehatan, kepariwisataan, penataan UMKM, infrastruktur, keamanan dan lainnya.

BACA JUGA :  NTB Raih Posisi Top 11 Puteri Indonesia 2022

Sehingga ini harus menjadi atensi semua pihak dalam melakukan pembenahan dan perbaikan-perbaikan menyeluruh, agar pelaksanaan MotGP nanti tidak menemukan permasalahan-permasalahan baru yang luput dari perhatian.

Meski demikian, lanjut orang nomor satu di jajaran birokrasi Pemprov NTB ini, berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan IATC dan WSBK hendaknya bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk perbaikan berikutnya. Terlebih menghadapi event dunia MotoGP.

Bagi Miq Gita, kerjasama dan kemitraan semua pihak yang terlibat didalamnya harus semakin dipadu-padankan dan diperkuat. Karena kata kunci untuk semua kesuksesasan itu ada pada totalitas kebersamaan yang dilakukan, yang harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya.

Meski penyelenggaraan IATC dan WSBK masih menyisakan kelemahan-kelemahan di berbagai lini penyelenggaraan, namun Sekda NTB yang pernah lama sebagai pejabat struktural kehumasan ini  menjelaskan, bahwa peyelenggaraan IATC dan WSBK mendapat atensi dari pemerintah pusat.

Bahkan seminggu pasca penyelenggaraan WSBK, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Panglima TNI, Kapolri, serta sejumlah Menteri terkait menyelenggarakan Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Pesiden, dipimpin Presiden Joko Widodo. Pembahasannya, untuk semakin memantapkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Maret 2022 mendatang.

“Setelah itu, sejumlah Menteri juga diperintahkan untuk turun kembali ke Sirkuit Mandalika, untuk memotret berbagai ketersediaan pendukung sesuai dengan bidang tugas masing-masing Kementerian dan Lembaga. Mereka diminta melakukan pembenahan sebaik mungkin sebelum tibanya pelaksanaan MotoGP 2022 medatang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ini Amalan Isra Miraj yang Dianjurkan

Artinya sambung Miq Gita, Pemda NTB tak bekerja sendiri. Namun pemerintah pusat juga menaruh perhatian khusus akan pelaksanaan event-event dunia yang akan diselenggarakan di NTB, termasuk MotoGP nanti.

“Untuk itu, kepada seluruh OPD diminta untuk tidak segan-segan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian ataupun lembaga-pembaga terkait di pusat lainnya,” pesan Miq Gita.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi melaporkan, FGD ini digelar karena dalam waktu dekat NTB akan menjadi tuan rumah event dunia MotoGP, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan IATC dan WSBK.

Sehingga perlu dilakukan persiapan-persiapan yang lebih fokus dan komplit terkait dengan pengawalan pariwisata. Karena event ini juga merupakan agenda sport tourism yang bisa melibatkan banyak pihak, khususnya para pelaku pariwisata.

“FGD dengan mengundang berbagai asosiasi pariwisata, dan OPD terkait, diharapkan bisa memetakan lokus-lokus kegiatan yang bisa dilakukan Dinas Pariwisata. Sehingga target yang ditetapkan sesuai harapan. Hal ini juga untuk memetakan secara riil mana yang memang urgent yang harus kami fasilitasi dan inisiasi dari sektor pariwisata,” tandas Yusron. (gt)