Jelang H-1 Lebaran Idul Fitri,  Harga Daging Ayam dan Sapi Naik

Daging Lebaran
HARGA NAIK : Rohmini salah satu pedagang daging ayam tengah melayani pembeli hari ini, Sabtu (23/5). (devi handayani/radarlombok)

MATARAM – Jelang hari raya lebaran Idul Fitri 1441 H, harga daging ayam dan daging sapi mulai melonjak naik. Kenaikan ini terjadi setiap tahunnya, seiring permintaan dari masyarakat meningkat dari hari biasanya.

Pantauan Radar Lombok di salah satu pasar tradisional Kebon Roek, Ampenan, harga daging ayam dibanderol Rp 40 ribu per kilogram (kg). Kenaikan ini terjadi sejak lima hari menjelang lebaran. Padahal, sebelumnya harga daging ayam berkisaran di Rp 30 ribu per kg .

“Sekarang ini paling murah harganya Rp 40 ribu per kg,”  terang salah seorang pedagang daging ayam Rohmini, kepada Radar Lombok, Sabtu (23/5).

Meskipun mengalami kenaikan, namun permintaan tak banyak seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, harga jual yang tinggi membuat pembeli enggan untuk membeli dengan jumlah banyak. Karena harganya yang terbilang tinggi.

“Harganya yang tinggi buat pembeli cuma beli sekilo-kilo. Tidak berani banyak-banyak, seperti tahun lalu,” ujarnya.

Rohmini menilai, kenaikan harga ayam lebaran tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan harga tinggi permintaan menurun drastis, apalagi ditambah adanya virus Corona (Covid-19) yang membuat sejumlah barang mengalami kenaikan.

“Kalau saya tidak jual dengan harga Rp 40 ribu, yang ada rugi. Karena harga ayam hidupnya saja Rp 25 ribu dari pengepul,” sebutnya.

Senada dengan Rohmini, Sarah mengatakan harga ayam yang tinggi saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi. Pasalnya, harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kg. Di mana biasanya harga daging ayam dibanderol paling tinggi berkisaran di Rp 35 ribu per kg setiap menjelang lebaran.

“Sudah naik lagi Rp 40 ribu per kg, sebelum H-1 lebaran harganya cuma Rp 30 ribu,” katanya.

Tak hanya itu, permintaan dari pembeli pun berkurang. Biasanya setiap tahun permintaan bisa mencapai 1000 ribu ekor ayam. Namun kini, hanya 300 ekor saja. Bahkan itu pun tak terjual habis.

“Lebaran tahun lalu bisa laku 1000 ribu ekor perhari, tapi tahun ini 300 ekor saja belum tentu bisa habis sehari,” keluhnya.

Sementara itu, tidak hanya daging ayam yang mengalami kenaikan. Tetapi daging sapi pun juga ikut naik cukup tinggi mencapai Rp 130 ribu per kg. Sebelumnya harga jual daging sapi Rp 125 ribu per kg .

“Daging juga naik sekarang Rp 130 ribu satu kilo. Karena jelang lebaran biasanya naik semua harga,” kata salah satu pedagang daging sapi, Sri Wahyuni.

Disisi lain permintaan pun berkurang dari sebelumnya. Karena kondisi saat ini membuat pengunjung pasar tidak memadati pasar untuk berbelanja.

“Pasar sudah sepi, permintaan juga sepi. Tidak banyak pembeli seperti tahun lalu,” tuturnya.

Terpisah, kepala Pasar Induk Mandalika H Ismail mengatakan, harga daging ayam dan sapi memang mengalami kenaikan. Saat ini harga ayam berkisaran Rp 40 ribu dan daging sapi Rp 130 ribu per kg. Setiap tahun, sejumlah harga akan mengalami kenaikan. karena menjelang H-1 lebaran, sama seperti tahun lalu.

“Aman dan cukup kalau untuk stok, kenaikan harga disebabkan karena sehari sebelum lebaran. Setelah itu harga akan kembali normal,” katanya.

Naiknya harga sejumlah komoditi saat ini, termasuk daging ayam dan sapi, karena pembeli untuk hari ini (H-1 lebaran) lebih banyak dari biasanya. Apalagi permintaan pun mengalami kenaikan juga, sehingga stok disediakan para pedagang lebih banyak.

“Biasanya per pedagang di hari biasa jual 40 kg  sampai 50 kg per hari. Kalau hari ini bisa satu pedagang bejualan daging lebih dari 100 kg, hanya untuk hari ini saja.

Dikatakan, kenaikan harga daging ayam dan sapi hanya hari menjelang lebaran saja. Mengingat, hari-hari sebelumnya harga masih terbilang normal dan belum ada kenaikan. Nantinya, setelah lebaran harga akan kembali normal.

“Hanya hari ini saja terjadi kenaikan bahan pokok, khususnya daging ayam dan sapi,” pungkasnya. (dev)