Jejak Dua Pasien Positif Corona Dilacak

data tanggal 31 Sember data BPBD Provinsi NTB
data tanggal 31 Sember data BPBD Provinsi NTB

MATARAM–Penderita positif virus Corona (Covid-19) di NTB bertambah dua orang menjadi empat orang.   Kepala BPBD Provinsi NTB selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ahsanul Khalik menyampaikan dua  penderita positif Covid-19,  laki-laki berinisial LJ, 44 tahun penduduk Kota Mataram dan  inisial YT, 46 tahun warga Bali  yang kebetulan bertamu ke Kota Mataram. Kedua panderita positif Covid-19 diprediksikan tertular diluar NTB. “Yang bersangkutan kemungkinan tertular diluar NTB karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam priode 14 hari terakhir,” kata BPBD NTB ini.

 Kedua penderita saat ini diriwat di RSUD Provinsi NTB sejak tanggal 22 Maret dan 23 Maret 2020. Saat ini kondisi keduanya semakin membaik, menunggu hasil test negatif sebanyak 2 kali, sebelum dipulangkan ke rumahnya. Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan contact tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan. “Diharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menghindari keramain, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat, dan mengurangi aktifitas diluar rumah,”harapnya seraya menghimbuan kepada seluruh masyarakat NTB.

 Ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi terkait ada pertambahan penderita positif Covid-19 tersebut, merupakan satu warga Kota Mataram asli dan satunya lagi merupakan pendatang yang berasal dari Bali dan sedang bertamu ke Mataram. ” Ya, di RSUP kedua duanya,”tambahnya.

 Dua penderita positif virus Corona (Covid-19) yakni LJ beralamat di Rembiga, Kota Mataram. Sedangkan  YT tinggal di Kekalik, Kota Mataram tapi KTP-nya masih di Bali. Sebelumnya, dua penderita Covid-19 yang positif yakni pasangan suami istri asal  Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.

 Sementara itu, berdasarkan update  data kewaspadaan Covid-19 yang diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB per 31 Merat 2020 pukul 14:00 WITA jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  sudah mencapai diangka 31 pasien  dari total jumlah PDP yang diperiksa sebanyak 53 pasien. Ada 22 pasien PDP yang sudah selesai dalam pengawasan.  “Penambahan PDP sebanyak enam orang terdiri dari, kabupaten Dompu empat pasien yang dirawat di RSUD Dompu. Kota Mataram, satu pasien dirawat di RSUD Provinsi NTB dan pasien dari luar provinsi (Banyuwangi) satu pasien isolasi di RSMA, Sumbawa,”ungkap I Gede Putu Aryadi.

 Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantuan (ODP) yang menggalami peningkatan yang cukup signifikan yang mencapai  220 orang dari jumlah ODP yang masih dalam pemantuan sebanyak 887 orang. Dari total jumlah ODP yang diperiksa sebanyak 1224 orang. Ada 337 orang yang sudah selesai dalam pemantuan. Jika dibandingkan dengan data per 30 Maret 2020, dari total jumlah ODP yang diperiksa sebanyak 1000 orang, yang berhasil selesai dalam pemantuan sebanyak 247 orang dan ada 753 masih dalam pemantuan. “Penambahan ODP sebanyak 220 terdiri dari, Kota Mataram sebanyak 33 orang, KLU 10 orang, Lotim 94 orang, Sumbawa 11 orang, Dompu 15 orang dan Bima sebanyak 57 orang,”bebernya.

 Dikatakan, Gede terjadikan peningkatan dipengaruhi ada sejumlah Orang Dengan Risiko (ODR) dan ODP yg mengalami gejala flu dan sejenisnya, sehingga untuk antisipasi dilakukan penanganan dengan status PDP. Ia meminta kesadaran masyarakat yang berstatus ODP untuk bisa mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan pemerintah.Sebagaimana hasil rapat terbatas gugus tugas penanganan Covid-19 Pemprov NTB kata Gede,  Gubernur memberikan arahan  penguatan peran semua pihak pada semua tingkatan, sampai tingkat desa agar  masyarakat yang masuk ODP  disiplin dalam melaksanakan isolasi diri. “Supaya semua bisa disiplin. Inilah saatnya kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan,”katanya seraya mengajak semua bisa ikut terlibat.

 Menindaklanjuti arahan Gubernur, sambung Gede, dalam waktu dekat akan ada kerja sama juga dengan provider untuk sistem SMS Flash yang ditujukan kepada para ODP. Fungsinya untuk mengingatkan ODP tentang hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan selama masa karantina mandiri. “Kedepan akan ada SMS Flash yang dikirimkan kepada para ODP agar kita bisa saling menjaga dan mengingatkan bersama,”terangnya. (sal)