JCH Kloter Terakhir Diberangkatkan

BERDO’A : Para JCH Kloter terakhir berdoa mengharapkan kelancaran perjalanan belum lama ini (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM– Sebanyak 123 Jama'ah Calon Haji (JCH) Kota Mataram yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) terakhir yang merupakan Kloter gabungan 10 embarkasi Lombok resmi masuki asrama haji, Jum'at (2/9) dan akan terbang ke Makkah pada hari ini.

Jamaah dilepas oleh Wali Kota Mataram, Ketua DPRD dan Sekda Kota Mataram di pendopo Wali Kota Mataram. Keberangkatan para JCH diiringi isak tangis keluarga yang mengantar.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram H. Burhanul Islam menyampaikan, total JCH Kota Mataram tahun ini 544 orang. Kota Mataram mendapat  tambahan kuota cadangan yang masuk sebanyak 28 orang. Dari 28 orang, yang bisa melunasi ONH hanya 18 orang. Dan total yang bisa berangkat hanya 11 orang. " Ada penambahan beberapa orang JCH untuk cadangan," terangnya.

Resikonya, JCH mengisi Kloter yang kosong sehingga JCH Kota Mataram ada di beberapa Kloter yang sudah terbang misalnya di Kloter 6 ada JCH Mataram dan lain-lain.

Sementara itu untuk JCH yang berjumlah 16 orang yang tergabung dalam Kloter 11 kloter gabungan dengan Makasar dan Lombok Barat, sudah diberangkatkan duluan. Hal ini terjadi karena ada perubahan jadwal penerbangan dimana sebelumnya 16 JCH asal Kota Mataram ini tergabung dengan JCH asal Makasar. Tetapi ada perubahan JCH ini digabung dengan JCH embarkasi Solo sehingga keberangkatan Kloter 11 dipercepat.

JCH yang diberangkatkan kali ini merupakan gabungan dari JCH Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara. Sehingga menjadi 1 Kloter utuh berjumlah 355 orang. 123 JCH ini terdiri dari  59 laki-laki dan  63 perempuan JCH berusia paling tua berumur 80 tahun atas nama Wajidah dan JCH termuda  bernama Darwan yan berusia 29 tahun. JCH ini akan diterbangkan hari ini pukul  14. 20 Wita.

Dari total JCH Kota Mataram, satu orang resmi membatalkan diri setelah divonis sakit menderita gagal ginjal saat masuk asrama haji 23 Agustus lalu. Ia adalah Tahmidiyah (48) warga Gubuk Mamben Kelurahan Sekarbela Kecamatan Sekarbela. Saat di Asrama Haji, yang bersangkutan dilarikan ke RSUP NTB setelah dinyatakan sakit oleh petugas kesehatan haji. Setelah itu ia dipastikan menderita gagal ginjal, sementara di Saudi sendiri tidak ada fasilitas untuk jamaah yang mengalami gagal ginjal. Tahmidiyah memilih mundur dan ingin berobat. " Satu JCH sudah resmi menunda keberangkatannya, dan sekarang sudah pulang dan dirawat di rumah," terang Burhanul Islam.

Ia menyampaikan bahwa jamaah yang sudah berangkat duluan kondisinya sehat wal afiat. “ Alhamdulillah JCH kita semuanya sehat-sehat saja," terangnya.

Meskipun dalam Kloter kedua ada beberapa JCH yang berangkat menggunakan kursi roda atau alat bantu kesehatan yang lainnya, mereka semuanya dalam kondisi sehat.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut