Jatuh ke Sungai, Warga Pejaring Tewas

TEWAS : Warga Dusun Dengkur Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat ditemukan tewas setelah terjatuh ke sungai Cangkrung Dusun Palung Desa Suwangi Kecamatan Sakra, Kamis (12/1) (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Amaq Muin  (90), warga Dusun Dengkur Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat ditemukan tewas setelah terjatuh ke sungai Cangkrung Dusun Palung Desa Suwangi Kecamatan Sakra, Kamis (12/1) sekitar pukul 12.30 wita.

Penemuan mayat menggegerkan warga sekitar. Warga langsung ke lokasi untuk melihat langsung mayat korban. Warga pun berupaya untuk mengevakuasi mayat korban dari lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam karena mengingat kondisi medan yang cukup terjal. Tak lama kemudian petugas  gabungan tim SAR, BPBD dan polisi tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Di lokasi itu korban sudah dinyatakan meninggal dunia.”Memang benar  terkait adanya penemuan mayat seorang warga di daerah aliran sungai Cangkrung Dusun Palung Desa Suwangi,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Nicolas Oesman, kemarin.

Baca Juga :  Kasus Alsintan, BPKP Minta Keterangan Ketua Kelompok Tani di Jerowaru

Sebelum kejadian sekitar pukul 12.00 Wita warga melihat korban berjalan  berjalan di pinggir sungai. Bahkan warga sempat menegur dan melarang korban melewati jalan itu  karena kondisi jalan  memang berbahaya.  Tak lama kemudian warga pun mendengar ada suara yang jatuh ke sungai. Ternyata yang jatuh itu adalah korban.” Mendengar suara jatuh, warga itu pun langsung berlari ke lokasi yang jaraknya sekitar 25 meter dari tempatnya berada. Korban pun terlihat sudah masuk tercebur ke dalam arus aliran sungai yang deras,” imbuhnya.

Warga berteriak untuk meminta bantuan dan pertolongan ke  masyarakat sekitar. Tak lama kemudian masyarakat datang berbondong-bondong  untuk mencari keberadaan korban. Korban yang terlihat berada pada pusaran arus air langsung dievakuasi oleh masyarakat. Namun selang waktu antara korban terjatuh dan datangnya bantuan cukup lama sehingga korban sudah ditemukan lemas dan tidak bernafas.” Dari hasil penyidikan dan keterangan para saksi bahwa korban ini telah lama mengidap penyakit amnesia. Dan korban juga sering meninggalkan rumah serta tidak tahu arah jalan pulang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Kredit Fiktif, Sejumlah Guru Diperiksa

Atas kejadian ini pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kejadian ini dan menganggapnya sebagai musibah. Selanjutnya mayat korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.”Sesuai kesepakatan keluarga bahwa akan dilakukan prosesi persiapan pemakaman. Pemakaman akan dilaksanakan hari Jumat di pekuburan umum desa setempat,” tutupnya.(lie)

Komentar Anda