Jatah Raskin Berkurang, Warga Dasan Geres Blokir Jalan

Warga Dasan Geres Blokir Jalan
BLOKIR : Kapolsek Gerung AKP Zaky Maghfur nampak berusaha meminta ibu-ibu tidak melanjutkan aksi memblokir jalan, Selasa (9/5). (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Puluhan ibu rumah tangga di Lingkungan Dasan Geres Barat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung melakukan aksi blokir jalan menggunakan beras miskin (raskin) atau yang kini disebut beras pra sejahtera (rastra) di jalur utama Kelurahan Dasan Geres menuju Kantor Bupati Lobar, Selasa kemarin (9/5).

Aksi blokir yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita tersebut membuat arus lalu lintas terganggu. Polisi membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk bernegosiasi dengan warga agar mereka mau membuka jalan. Kekesalan mereka diluapkan dengan cara menumpuk puluhan karung beras di jalan. “Jatah Raskin kita berkurang. Biasanya satu karung yang isinya 15 kg kita bisa bagi dua atau tiga orang. Sekarang kita bagi enam, karena jatah dikurangi. Masing-masing dapat 2,5 kg sebulan, dikira kita ayam apa,” ungkap salah seorang warga, Inaq Mur.

Sementara itu Kepala Lingkungan Dasan Geres Barat Kelurahan Dasan Geres H. Kamarudin mengatakan, masing-masing penerima memang dijatahkan 15 kg atau satu karung. Namun praktek di lapangan, itu tidak bisa diterapkan sehingga ada pembagian. Biasanya satu karung dibagi dua atau tiga orang. Namun kini jatah yang biasanya 107 karung per bulan, berkurang menjadi 54 karung. “Jadi sangat berkurang, ini yang kita pertanyakan. Kenapa di desa lain bertambah, sementara kita berkurang. Kita ingin jatah normal,” jelasnya.

Camat Gerung Baiq Mustika bersama jajaran turun ke lokasi aksi usai pemblokiran dibuka. Mantan Camat Labuapi inipun kemudian mengajak para ibu-ibu ini berdialog. Dikatakan, jatah Raskin sudah ditetapkan pemerintah pusat. Pemkab tidak ada kewenangan menentukan. Namun perihal aspirasi warga yang tetap ngotot ingin penambahan, maka sementara waktu Raskin yang dipergunakan untuk blokir jalan ditarik ke Kantor Kelurahan Dasan Geres, sementara nanti dicari solusinya. “Nanti kami akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Sosial untuk mencari solusi, apakah bisa dilakukan penambahan,” ujarnya.

Jatah Raskin untuk Lobar memang berkurang drastis. Jika pada 2016 per bulan 1.062.645 kg, maka pada tahun 2017 per bulan hanya 1.004.940 kg. Sehingga total penurunan jatah raskin pada 2017 hampir 700 ton atau 692,46 ton. Jumlah penerima pada 2017 berkurang menjadi 66.996 KK dari yang tadinya sebanyak 70.843 KK pada 2016. Namun tidak semua kecamatan berkurang, ada juga yang bertambah. Ada tiga kecamatan bertambah jatah raskinnya, yakni Kecamatan Sekotong, Kuripan dan Gunung Sari. Sementara Kecamatan Lembar, Gerung, Kediri, Labuapi, Batulayar, Lingsar dan Narmada berkurang.

Berikut perbandingan pagu 2016 dan 2017 perbulannya: Kecamatan Sekotong pagu 2016 sebesar 143.190 kg, pagu 2017 sebesar 149.880 kg; Kuripan pagu 2016 sebesar 72.135 kg, pagu 2017 sebesar 73.320 kg; Gunung Sari pagu 2016 sebesar 111.165 kg, pagu 2017 sebesar 114.915 kg. Sementara Kecamatan Lembar pagu 2016 sebesar 110.520 kg, pagu 2017 sebesar 103.095 kg; Gerung pagu 2016 sebesar 138.930 kg, pagu 2017 sebesar 126.045 kg; Kediri pagu 2016 sebesar 96.495 kg, pagu 2017 sebesar 95.775 kg; Labuapi pagu 2016 sebesar 95.955 kg, pagu 2017 sebesar 87.105 kg; Batulayar pagu 2016 sebesar 63.555 kg, pagu 2017 sebesar 48.540 kg; Lingsar pagu 2016 sebesar 116.355 kg, pagu 2017 sebesar 95.715 kg; dan Narmada pagu 2016 sebesar 114.345 kg, pagu 2017 sebesar 110.550 kg. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid