Jaspel Tak Kunjung Dibayar, Staf Puskesmas Pemenang Protes

PROTES: Sejumlah Staf Puskesmas Pemenang melakukan protes karena jaspel tak kunjung dibayar. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Sejumlah staf Puskesmas Pemenang mempertanyakan transparansi terkait dengan dana kapitasi dan nonkapitasi yang diterima UPTD Puskesmas.

Salah seorang sumber dari Puskesmas Pemenang mengatakan bahwa hak mereka dari jasa pelayanan (jaspel) sering telat diterima bahkan diutang hingga berbulan-bulan tanpa alasan yang jelas.

“Persoalannya tidak diumumkan. Ketika kita bertanya juga tidak dijawab,” ungkap sumber yang tidak berkenan disebutkan identitasnya ini, Senin (3/4).

Mestinya kata sumber ini, pihak manajemen bisa menjelaskan kepada ratusan staf puskesmas yang ada sehingga tidak terjadi beragam spekulasi di internal puskesmas.

Jika satu per satu harus datang bertanya ke ruangan manajemen jelasnya, mereka tidak berani. “Kalau kita mau bertanya atau protes harus naik ke ruangan atas. Harusnya ketika protes bisa di mana saja termasuk melalui grup WhatsApp yang ada,” ucapnya.

Baca Juga :  BMKG Pasang Alat Deteksi Gempa di Lombok Utara

Untuk dana kapitasi yang belum dibayar kata sumber ini adalah dariĀ  Februari hingga Maret 2023. Sedangkan untuk dana nonkapitasi itu dari Oktober 2022 hingga Maret 2023. “Besaran dana kapitasi dan nonkapitasi yang diterima itu biasanya disesuaikan dengan lama kerja, pendidikan, absensi dan sebagainya. Kalau saya sendiri dana kapitasi sekitar Rp 300 ribu per bulan saya terima dan nonkapitasi sekitar Rp 100 ribu. Tidak seberapa tetapi sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Saat ini para staf jelasnya menunggu kepastian kapan mereka bisa terima apa yang menjadi haknya. Sejauh ini mereka sudah menunaikan segala kewajiban, tetapi dengan tindakan manajemen ini mereka merasa dizalimi. “Yang belum mendapatkan haknya ini ada sekitar 113 orang. Itu honorer, tenaga kontrak maupun PNS,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelaku Wisata Minta Pemda Tak Gegabah Larang Kapal Cepat Turunkan Wisatawan di Gili

Sumber ini berharap bahwa apa yang menjadi keluhan ini bisa segera dibayarkan. Pasalnya mereka memiliki kebutuhan setiap harinya yang ditopang dari pendapatan tersebut. Terlebih saat Ramadan ini. “Kita berharap segera ada kejelasan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Pemenang Ni Luh Sari yang ditemui di ruang kerjanya sudah menjelaskan perihal persoalan ini. Namun belakangan, saat berita ini hendak dipublikasi, ia tak bersedia pernyataannya dimuat. (der)

Komentar Anda