Janji Gubernur untuk Lahan Relokasi Warga Terdampak Abrasi Ditagih

H Mohan Roliskana (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Janji Gubernur NTB soal lahan relokasi untuk warga yang terdampak abrasi di kawasan pesisir Kota Mataram mulai ditagih. Janji tersebut ditagih karena Gubernur NTB menyampaikan langsung ke masyarakat untuk relokasi di lahan milik Pemprov NTB. Lahan yang dijanjikan Gubernur berada di belakang Kantor UPTD pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan di Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram.

Pemkot Mataram merespons baik relokasi lahan yang akan diberikan oleh Pemprov NTB ini. ‘’Kita sambut baik apa yang sudah disampaikan oleh Pak Gubernur kaitannya dengan beliau akan hibahkan lahan 50 are di belakang UPTD Dinas Perhubungan Kota Mataram itu,’’ ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana usai meminpin rapat khusus penanganan dampak abrasi di Kota Mataram, Rabu (28/12).

Kota Mataram membutuhkan lahan yang dijanjikan Gubernur NTB. Jika memang sudah dihibahkan ke Kota Mataram, maka Pemkot Mataram akan menggeser lokasi pembangunan lanjutan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Bintaro. Kemudian rusunawa dibangun di lahan yang dijanjikan Gubernur NTB. ‘’Kalau itu kita diberikan lahannya, tahun depan kita bisa realisasikan pembangunan rusunawa di sana asal memang lahan itu kita diberikan,’’ katanya.

Di sekitar Mapak Indah dan sekitarnya, Kota Mataram tidak punya lahan untuk membangun rusunawa. Karenanya, lahan yang dijanjikan Gubernur NTB itu cocok dan layak untuk membangun Rusunawa. ‘’ Karena kita tidak punya lahan di sana. Itu (rusunawa) untuk upaya penanganan JANGKA panjang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Dikes Laporkan RH ke Baperjakat

Kota Mataram berharap lahan yang dijanjikan segera direalisasikan agar Kota Mataram bisa secepatnya melakukan upaya penanganan seperti yang direncanakan. Terlebih untuk pembangunan rusunawa syaratnya adalah penyiapan lahan minimal 40 are.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan langsung soal relokasi ini saat mengunjungi warga Mapak Indah, Kecamatan Sekarbela yang terdampak abrasi. Gubernur mempersiapkan relokasi atau pemindahan warga terdampak abrasi dari tempat tinggalnya saat ini. Lalu dipindah atau direlokasi ke ke lahan milik Pemprov NTB di belakang Kantor UPTD pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan, di Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram. ‘’Mudah-mudahan, kami berdoa kami berharap bisa dikonkretkan,’’ harap Mohan.

Pemerintah juga menyiapkan upaya penanganan jangka pendek untuk warga kawasan pesisir dengan menyiapkan pembuatan batu beronjong di daerah pesisir. Pemerintah menyiapkan karung pasir khusus yang memang peruntukannya untuk pembuatan tanggul di pesisir pantai. ‘’Jadi itu bukan karung biasa tapi dari BWS Nusa Tenggara sudah memberikan kita karung. Termasuk juga besi beronjongnya kita dibantu,’’ terangnya.

Kontribusi masyarakat diterima juga oleh pemerintah untuk membantu penanganan warga pesisir yang terdampak abrasi. Masyarakat membantu pemerintah untuk menyiapkan batu yang dipasang di beronjong. ‘’Masyarakat juga membantu kita. Hari Jumat, Insyaallah (pemasangan) batu beronjong dan pasir bisa kita. Saya akan kerahkan semuanya besok hari Jumat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Vakum 2 Tahun, Natal Bersama MKAG Digelar Lagi

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, relokasi dengan memberikan lahan untuk Kota Mataram dari Pemprov NTB tentunya akan sangat membantu. ‘’Itu tentu bagus untuk kita membangun rusunawa atau huntara,’’ ungkap Martawang.

SKPD teknis diminta memaksimalkan upaya teknis di lapangan secara terencana dan bisa memenuhi persoalan akibat cuaca ekstrem beberapa hari terakhir. Sebab, hujan, angin kencang, dan banjir rob menyebabkan 15 rumah rusak. ‘’Namun itu juga berpotensi menyebabkan 35 rumah lainnya rusak,’’ katanya.

Dibutuhkan upaya untuk meminimalkan kerusakan dampak cuaca buruk tapi tentunya tidak mungkin bisa menghalau angin dan rob. Pemerintah hanya bisa memaksimalkan upaya untuk mengurangi potensi dampak yang fatal. Terutama untuk warga yang tinggal di pesisir pantai. ‘’Kita akan pasang beronjong dan karung di kawasan pesisir, insyaallah besok hari Jumat kita akan mobilisasi lebih maksimal. Kalau kemarin kita gunakan karung yang biasa saja, besok BPBD menyiapkan karung yang lebih kuat menahan hempasan ombak. Secara bertahap beronjong dipasang pada titik-titik yang membutuhkan kekuatan lebih,’’ terangnya. (gal)

Komentar Anda