Jangan Mau Tergantung Unram

KEKURANGAN GEDUNG : nampak kalangan murid TK-SD Model mataram kekurangan fasilitas. Seperti lapangan olahraga, murid hanya olahraga di bagian luar kelas (sudir/ Radar Lombok)

MATARAM-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan H Sudenom merespon, keluhan kalangan orang tuda dan dewan terkait dengan gedung TK-SD Model Mataram yang numpang tempat di SMPN 14 Mataram.

Sampai saat ini, telah mecarikan solusi bagi sekolah tersebut. Kita akan cari solusi, beberapa wacana sempat mencuat seperti pemindahan murid ke sekolah yang sepi. Maupun sekolah yang kurang murid. ‘’ tapi itu tidak efektif, kita jangan mau hanya tergantung pada Unram saat ini,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Selama ini, Unram dituding semena-mena mengambil gedung dan memutus kontrak kerja sama dengan pemerintah Kota Mataram. dikatakan Sudenom, gedung yang mereka tempati saat ini sementara, sebelum ada solusi yang diberikan pemerintah Kota Mataram. Untuk membangun gedung juga dibutuhkan biaya dan lahan bagi sekolah TK-SD model Mataram.

Sekolah akan dievaluasi pada penerimaan murid baru tahun 2017 ini.  kalau ada  peningkatan muridnya, kita akan carikan solusi terbaik. Namun jika, kurang dari 20 murid akan kita carikan solusi. Kalaupun dilebur ke sekolah lain, harus ada nomenklauturnya. ‘’ kita telah laporkan hal ini, ke  Wali kota Mataram H Ahyar Abduh,’’ ucapnya.

Saat ini ada 260 murid yang ada di TK-SD Model Mataram. sekolah ini, awalnya salah satu sekolah percontohan di Kota Mataram yang memiliki pengeculian khusus serta menampung anak berprestasi. Sudenom meminta, sekolah untuk tetap bersabar saat ini. pemkot sedang mencarikan solusi terbaik untuk pemindahan gedung, sedangkan tempat sementara gedung milik SMPN 14 Mataram tetap bisa difungsikan. (dir)