Jamkrida Target Penjaminan Tumbuh 50 Persen

Indra Manticha
Indra Manticha (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Lembaga Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB Bersaing pada tahun 2017 ini menargetkan penjaminan bisa tumbuh 50 persen, Dibandingkan realisasi penjaminan tahun 2016 lalu.

Untuk itu, Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing, Indra Manticha, memastikan akan terus menggenjot realisasi penjaminan kredit dan multiguna lainnya, termasuk penjaminan bagi debitur di lembaga perbankan yang menjadi mitra dari PT Jamkrida NTB Bersaing. “Tahun 2017 ini realisasi penjaminan bisa naik 50 persen,” kata Indra, Jum’at kemarin (31/3).

[postingan number=5 tag=”ekonomi”]

Dikatakan, kenaikan realisasi penjaminan di tahun 2017 sudah menjadi keharusan sebagai perusahaan yang mencari keuntungan “profit”. Hal tersebut seiring dengan tuntutan sebagai perusahaan daerah yang bisa memberikan deviden yang terus bertambah. Dimana pada tahun 2017 ini, PT Jamkrida NTB Bersaing menargetkan bisa menyetor deviden kepada pemegang saham sebesar Rp1,4 miliar.

Jika melihat kondisi usaha penjaminan PT Jamkrida NTB Bersaing yang masih hanya mengandalkan PT Bank NTB dan PD BPR NTB sebagai mitra dalam melakukan penjaminan, tentunya membutuhkan kinerja ekstra.

Terlebih lagi modal usaha yang masih mentok dan terbatas hanya Rp32 miliar memasuki usia 5 tahun kinerja, menjadi salah satu persoalan mendasar dalam memperluas jejaring mitra untuk memperbesar realisasi pejaminan kredit dan produk lainnya. “Meski modal inti yang masih sangat terbatas, kami tetap berupaya memberikan setoran kepada daerah terus meningkat,” ucap Indra.

Dia mencontohkan, pada tahun 2015 lalu dengan kondisi modal inti Rp 32 miliar, PT Jamkrida NTB Bersaing menyetor Rp500 juta. Kemudian tahun 2016 menyetor deviden sebesar Rp 878 juta, yang disetorkan pada awal tahun 2017. Begitu juga dengan tahun 2017, meski modal inti tidak ada penambahan dari pemegang saham yang berasal dari Pemprov NTB dan empat kabupaten/kota di Provinsi NTB, PT Jamkrida NTB Bersaing tetap optimis bisa memberikan kontribusi di tahun 2017 dengan target sebesar Rp1,4 miliar laba.

Bahkan tahun 2017, PT Jamkrida NTB Bersaing terus memperluas usaha penjaminan dengan melakukan ekspansi di kabupaten/kota yang sudah masuk sahamnya. “Saat ini juga kami sedang memperkuat teknologi sistem Informasi dan Teknologi (IT), agar bisa melayani mitra dari kabupaten/kota,” ujarnya.

Indra juga menambahkan, sebagai lembaga penjaminan milik daerah, sudah semestinya menjadi garda terdepan mendukung program pemerintah daerah, yakni untuk memperbesar alokasi penjaminan di sektor produktif. Seperti penjaminan kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Mudahan tahun 2017 ini realisasi kredit produktif bisa diatas 65 persen,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid