Jamkrida NTB Raup Laba Rp 1,1 Miliar

Penjaminan Proyek Infrastruktur Jadi Andalan

Indra Manticha
Indra Manticha (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Di tengah keterbatasan modal inti dari pemegang saham, Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah (PT. Jamkrida) NTB Bersaing, ternyata mampu memberikan kontribusi nyata dalam pendapatan asli daerah (PAD). Jika tahun 2016 lalu, PT Jamkrida mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 878 juta, maka tahun 2017 kemarin tembus di angka Rp 1,1 miliar.

“Capaian kinerja tahun 2017 PT Jamkrida NTB Bersaing diatas target. Dimana target laba tahun 2017 sebesar Rp 1 miliar, sedangkan realisasinya Rp 1,1 miliar,” kata Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing, Indra Manticha, Senin kemarin (8/1).

Meski dengan keterbatasan modal, namun PT. Jamkrida NTB Bersaing dibawah kepemimpinan Indra Manticha, terus mencari inovasi dan kreativitas dalam memperluas bisnis di berbagai sektor, khususnya dalam bidang penjaminan kredit. Salah satunya adalah penjaminan kredit proyek infrastruktur milik pemerintah derah. Selain itu juga tetap menjadikan penjaminan kredit produktif yang ada di Bank NTB, serta BPR NTB sebagai mitra utama.

Dengan hanya memiliki modal inti sebesar Rp 32 miliar sejak mulai bediri 5 tahun silam, PT Jamkrida NTB Bersaing konsisten memberikan keuntungan yang cukup signifikan.

Jika di tahun 2016 laba bersih yang berhasil di raup PT Jamkrida NTB Bersaing sebesar Rp 878 juta, dengan besaran deviden yang disetor ke daerah/pemegang saham sebesar 60 persen dari laba bersih tersebut. Maka kemudian untuk kinerja di tahun 2017, PT Jamkrida NTB Bersaing berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,1 miliar lebih dari target laba sebesar Rp 1 miliar. “Dari laba bersih itu, sesuai ketentuan pembagian deviden itu 60 persen,” terang Indra.

Lebih lanjut Indra menyebut, bahwa kinerja tahun 2017, meski mampu meraup laba diatas target, bukan berarti pembayaran klaim dari kredit penjaminan sedikit. Justru pembayaran klaim cukup tinggi di tahun 2017. Dimana Jamkrida NTB Bersaing membayar klaim untuk penjaminan kredit mencapai Rp 1,2 miliar. “Pembayaran klaim penjaminan masih didominasi kredit produktif,” ujarnya.

Dikatakan, pembayaran klaim cukup tinggi untuk kredit produktif, bukan berarti akan mengurangi penjaminan di sektor unggulan pemerintah daerah tersebut. Melainkan PT Jamkrida NTB Bersaing sebagai perusahaan daerah dan menjadi komitmen sebagaimana cita-cita pendirian Jamkrida NTB Bersaing, maka Direksi akan tetap menjadikan penjaminan kredit produktip sebagai unggulan utama.

Kendati demikian sambung Indra, Jamkrida dalam menjalankan Tupoksi, tetap memberikan penjaminan kepada sektor produktif. Maka disinilah diperlukan inovasi di saat kondisi permodalan yang sangat terbatas.

“Yang memberikan kontribusi besar PT jamkrida masih di penjaminan proyek infrastruktur. Memang kendala selama ini adalah permodalan yang terbatas. Tapi kami tetap berjuang memanfaatkan maksimal modal kecil yang ada sekarang ini,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid