Jalur Pendakian Rinjani Segera Dibuka

pendakian rinjani
SEGERA DIBUKA : Sebentara lagi para penikmat alam akan kembali bisa menikmati keindahan Rinjani. Otoritas resmi memutuskan segera membuka jalur Rinjani, namun terbatas lewat Aik Berik Lombok Tengah. Sementara jalur Sembalun (Lombok Timur) maupun Senaru (KLU) belum bisa dibuka karena kondisinya berbahaya. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kabar gembira bagi para pendaki. Jalur pendakian Gunung Rinjani yang selama ini ditutup karena bencana gempa segera dibuka lagi. Namun jalur pendakian yang dibuka bukan jalur Sembalun (Lombok Timur) maupun Senaru (KLU), melainkan jalur Lombok Tengah yakni dari Aik Berik.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono, menyampaikan, bencana gempa beberapa waktu lalu sangat berdampak terhadap kondisi Gunung Rinjani. “ Sejak gempa pertama kita langsung tutup pendakian. Rencana kita akan buka lagi dari Aik Berik, nanti sekitar pertengahan November,” terang Sudiyono via WhatsApp, Kamis (25/10).

BACA JUGA: Menikmati Sunset di Pantai Batu Bolong Batulayar

Menurut Sudiyono, jalur pendakian dari Timbanuh, Sembalun dan Senaru, belum normal. Kondisinya rusak berat akibat gempa sejak 29 Juli lalu. Hal itu tentu saja akan membahayakan para pendaki jika dibuka saat ini. 

Pada tiga jalur tersebut, dikhawatirkan retakan tanah dan masih adanya potensi longsor. Meskipun selama ini banyak para pendaki menjadikannya rute favorit. “ Kita sudah lakukan survei. Dan yang layak memang dari Aik Berik, tanggal 15 sampai 19 Oktober kemarin kita survei,” ucapnya. 

Berdasarkan hasil survei tersebut, rute Aik Berik tidak berbahaya. Sepanjang jalur juga tidak terlalu menanjak. Kemudian vegetasi hutan lebih rimbun daripada Sembalun dan Senaru. Dengan kondisi tersebut, maka para pendaki tidak akan terlalu kepanasan. Tentu saja pendaki juga akan lebih mudah melihat satwa. 

Ditegaskan, pendakian yang ditutup dari 3 jalur diputuskan belum bisa dibuka, bukan kemauan Balai TNGR sendiri. Namun berkoordinasi juga dengan ahli geologi, Balai Wilayah Sungai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, TNI-Polri dan Basarnas. 

Untuk kondisi jalur pendakian Aik Berik sendiri, diakui ada retakan tanah. Namun berdasarkan hasil survei, masih memungkinkan untuk dilalui pendaki. “ Kita juga sudah data potensi wisata apa saja yang ada di Desa Aik Berik, ini penting dilakukan,” katanya. 

Terdapat mata air yang bisa dimanfaatkan pendaki dari jalur Aik Berik. Sedangkan di pintu masuk, telah ada spot wisata seperti Air Terjun Benang Kelambu dan Stokel. “ Jalur ini tentu akan menjadi pengalaman baru bagi yang selama ini mendaki lewat Sembalun atau Senaru,” imbuhnya. 

Untuk memastikan jalur tersebut benar-benar aman, TNGR akan kembali melakukan survei pada tanggal 30 Oktober sampai 4 November nanti. “ Kita perkirakan, pertengahan November sudah siap dibuka,” ucap Sudiyono. 

Rinjani merupakan salah satu tujuan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dalam sehari, ribuan orang datang untuk bisa melihat keindahan alam yang memanjakan mata. Apabila ditutup, tentu saja sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan. 

BACA JUGA: Pendakian Rinjani akan Diperketat

Banyak orang menggantungkan hidupnya pada Rinjani. Terdapat 89 trek organizer (TO) resmi, dengan jumlah porter 1.200 orang.” Jumlah kunjungan wisatawan tahun 2018 sebelum gempa, lebih dari 38 ribu orang. Sebanyak 50 persen wisatawan asing,” terangnya. 

Kepala Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Wakodim mengatakan, survei kondisi jalur pendakian telah dilakukan. Pertama pada tanggal 2-3 Oktober, dan dilanjutkan pada tanggal 15-17 Oktober 2018. Menurut Wakodim, informasi yang didapatkan dari hasil survei harus dimanfaatkan dengan baik. “ Kita akan terus bekerja, menyampaikan informasi reami tentang kondisi Rinjani,” kata Wakodim.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut