Jalur Pendakian Gunung Rinjani Melalui Aikberik Dibuka Hari Ini

Gunung Rinjani
Gunung Rinjani

PRAYA – Pendakian Gunung Rinjani melalui jalur Desa Aikberik Kecamatan Batukliang Utara (BKU) akan di-launcing Senin hari ini (19/11).

Kepala Dinas Budpar Lombok Tengah, H Lalu Putria menegaskan jika target itu dilontarkan karena jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Lombok Timur maupun Lombok Utara sampai dengan saat ini masih butuh waktu lama jika ingin dibuka kembali.  “Tidak ada lain para pedaki harus melalui jalur Aikberik jika ingin melakukan pendakian Gunung Rinjani.   Bahkan saya optimis akan lebih dari target tersebut,” ungkap Putria, kemarin.

Putria mengakui, meskipun pendakian jalur Aikberik belum terlalu dikenal. Namun, pihaknya percaya TNGR memilih lokasi Aikberik untuk dibuka sebagai jalur pendakian tentu mempunyai alasan. Dimana, alasan menurut mereka jalur yang paling aman untuk melakukan pendakian pada Gunung Rinjani satu-satunya melalui Aikberik. “Saya yakin para pendaki juga tidak akan terlalu kecewa, karena kondisi hutannya masih alami. Para pencinta alam sebelum akan mulai melakukan pendakian mereka akan dimanjakan dengan air terjun Benang Kelambu atau Benang Stokel di wilayah tersebut,” tambahnya.

Ia mengaku, dengan dibukanya jalur Aikberik ini sebagai ajang promosi wisata halal di wilayah Lombok Tengah. Nantinya untuk warga yang berpasangan yang akan melakukan pendakian melalui sana tidak boleh harus tidur di satu tenda, mereka harus terpisah tenda. Begitupun lainya seperti pembuangan sampah sembarang sangat tidak boleh nantinya. “Untuk mendukung promosi wisata halal tersebut kami juga telah berencana akan membuat awik-awik tentang pendakian, jadi kalau lelaki sama perempuan tidak boleh satu tenda. Para pendaki juga tidak boleh membuang sampah sembarangan. Setiap turun, harus ada sampah dibawa,” ungkapnya.

Untuk fasilitas maupun sarana pada jalur pendakian ini, pihaknya mengaku masih kurang. Kedepanya pihaknya akan terus melakukan pembenahan dengan membangun fasilitas pendukung seperti infrastuktur maupun fasilitas lainnya. “Di sana harus ada musala maupun prasana pendukung lainya untuk mendukung pariwisata halal itu,” tegasnya.

Dengan dibukanya jalur pendakian Aikberik ke Gunung Renjani merupakan peluang yang besar untuk warga Lombok Tengah. Dengan hajatan penting itu, semua pihak diharapkan terus mendukung secara penuh. “Kita juga harus pikirkan sarana prasarana pendukungnya seperti jalan maupun musala maupun awik-awik yang akan diterapkan di sana,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dengan terbukanya jalur pendakian melalui Aikberik tersebut, maka akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah setempat. “Ini harus menjadi tugas kita semua untuk mempromosikan setelah dibukanya jalur Gunung Rinjani itu, tapi saya yakin akan tetap banyak yang melewati jalur itu,” tambahnya.

BACA JUGA: Status Rinjani Sebagai Geopark Dunia Bisa Dicabut?

Senada juga disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H Lalu Herdan, launching treking Rinjani hari ini sebagai solusi bagi para pendaki. Jalur Lotim maupun senaru KLU belum bisa dibuka hingga waktu yang belum ditentukan. “Kelebihan rute di Lombok Tengah lebih singkat. Selain itu para pendaki juga akan melalui pemandangan indah tujuh air terjun dan masih banyak lagi lainya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan dibukanya jalur melalui Lombok Tengah itu, maka akan menghidupkan ekonomi masyarakat. Karena tentunya dengan perlahan setelah jalur dibuka di wilayah sekitar akan dibangun homestay maupun UKM-UKM lainya. “Kalau sudah ramai tentunya dengan perlahan ekonomi juga akan semakin meningkat,” ungkapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut