Jalur Pedestrian Pantai Ampenan Mulai Ambrol

Pantai Ampenan
AMBROL: Jalur pedestrian di sekitar Pantai Ampenan mulai berlobang karena hantaman gelombang dan abrasi. (Ali/Radar Lombok)

MATARAM — Ancaman abrasi mulai mengancam sekitar Pantai Ampenan. Jalur pedestrian atau area pejalan kaki di sekitar pantai Ampenan itu mulai tergerus.

Akibatnya, lubang menganga di dua titik jalur pedesterian tersebut. Kondisi ini mulai terjadi beberapa bulan lalu. ‘’Mulai berlobangnya sekitar dua bulan yang lalu. Kini lobangnya makin membesar,’’ ujar Ghazali, salah satu pedagang di sekitar Pantai Ampenan, Kamis (18/7), kemarin.

Karena konidis jalan yang berlubang, tak heran jika tidak sedikit yang mengeluhkannya. Tidak hanya oleh pedagang, tapi juga oleh pengunjung Pantai Ampenan.

Awalnya, lobang itu ditutup dengan terpal oleh pedagang. Namun karena pernah ada insiden pejalan kaki yang tejatuh, akhirnya, jalan berlobang itu dibuka kembali.

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk memperbaiki jalur pedestrian yang rusak. Permintaan ini dilayangkan karena dikhawatirkan lobangnya akan semakin membesar.

‘’Kalau bisa agar segera diperbaiki karena tidak bisa dibiarkan begitu saja,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman menanggapi masalah ini mengatakan, pihaknya belum mengetahui kerusakan akibat abrasi di Pantai Ampenan. Namun demikian, ia memastikan akan menunrunkan tim untuk melihat kondisi yang ada.

“Ada Kabid saya nanti yang turun melihat kerusakannya sampai mana,’’ katanya.

Sesuai dengan ilmu teknik, jelasnya, ada dua kemungkinan penyebab abrasi ini. Yaitu berkaitan dengan tekanan dan tarikan. Tekanan diakibatkan oleh benturan gelombang pasang sehingga menimbulkan pergerakan struktur antara bangunan penahan dengan jalur pedesterian.

‘’Nah mana yang terlemah posisinya itu yang akan lebih berisiko. Tentu yang terlemah posisinya adalah batu sikat itu karena ornamen karena tekanan adanya gelombang pasang,’’ ungkapnya.

Selain itu, akibat gelombang pasang menyebabkan tarikan sehingga menyebabkan penurunan dan pergerakan tanah secara parsial. ‘’Itu juga bisa menyebabkan seperti itu. Di bawah itu bisa sudah tidak sesuai. Itu bisa terjadi. Nanti saya cek dulu di lapangan seperti apa,’’ terangnya.

Turun ke lapangan dibutuhkan untuk mengetahui upaya apa yang akan dilakukan. Terlebih di sekitar jalur pedesterian adalah daerah berpasir. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat.

‘’Karena sekarang pengelolaannya diserahkan ke Dinas Pariwisata. Nanti kita bahas koordinasinya,’’ jelasnya.

Untuk penanganan darurat, Miftah belum bisa berbicara lebih jauh. Ini karena juga menyangkut tentang ketersediaan anggaran. Dalam waktu dekat, pihaknya hanya bisa melakukan perapian.

‘’Kalau perbaikan belum bisa kita lakukan. Tapi nanti kita lihat dulu lah kondisinya. Kita tutup aja dulu dengan tanah atau pasir,’’ pungkasnya. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid