Jalan Rusak Parah Warga Melahirkan di Kendaraan

JALAN RUSAK: Akibat jalan rusak parah sehingga masyarakat Dusun Geres Desa Wanasaba Daya menanam pisang dan pepaya di tengah jalan (JALALUDIN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Lantaran kondisi jalan penghubung di tiga desa, yakni Desa Wanasaba, Wanasaba Daya dengan Karang Baru mengalami kerusakan yang cukup parah, banyak warga yang mengeluh. Pasalnya, jalan lintas desa dan kecamatan sepanjang 1,4 km ini sama sekali belum diperbaiki sejak dibangun tahun 1990 seilam, dan kini nyaris tak dapat dilalui saking rusak parah.

“Saking rusaknya, warga yang terpaksa melintas sedang membawa ibu hamil tidak sampai ke Puskesmas, dan malah melahirkan di atas kendaraan,” kata Kadus Gerisak, H. Sapuan, Rabu  kemarin (22/3).

Kejadian ini dikatakan tidak hanya sekali, malah kejadian melahirkan di jalan (atas kendaraan, red) sudah berulang kali. Untuk tahun 2016 saja tercatat ada tiga kali ibu hamil yang melahirkan di jalan akibat guncangan kendaraan melintasi jalan rusak tersebut.

Demikian jika ada warga yang sakit, akan lebih memilih ke Puskesmas Aikmel daripada di Puskesmas Wanasaba sendiri. “Jika ada warga sakit keluarganya lebih memilih ke Aikmel daripada ke Wanasaba. Karena meski ke Aikmel lebih jauh, namun jalannya tidak rusak parah seperti jalan ke timur ke arah Wanasaba,” paparnya.

[postingan number=3 tag=”jalan”]

Adapun jalan rusak ada sepanjang 1,4 km, mulai dari Dasan Bantek, Desa Wanasba Daya, hingga di pertigaan Karang Baru. Namun yang mengalami rusak paling parah adalah dari Dasan Geres ke arah timur sampai Dasan Bantek, Dusun Karang Asem. Hal tersebut lantaran jalan dari Dasan Gerisak ke arah timur menuju Wanasaba menurun cukup curam, sehingga jalan cepat rusak akibat terkikis air hujan. Terlebih pada kiri kanan jalan tidak ada talut.

Tak heran bila hujan deras terjadi jalan ini berubah fungsi sebagai kali, lantaran air kiriman dari Karang Baru mengalir di jalan. “Kedepannya ini juga harus menjadi perhatian pemerintah,” pintanya.

Terkait aksi penanaman pohon di jalan oleh warganya, dikatakan memiliki dua tujuan, pertama untuk mengingatkan warga saat melintas, terutama saat hujan sehingga tidak terperosok ke lubang akibat terkikis aliran air. Disini dikatakan seringkali pengendara sepeda motor terjatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam lantaran tidak terlihat saat air mengalir di jalan.

Berikutnya yang kedua agar dilihat pemerintah, bahwa jalan ini sudah waktunya untuk diperbaiki. “Jalan ini seharusnya sudah lama diperbaiki. Akan tetapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan,” sesalnya.

Sementara Kades Wanasaba Daya, H. Kandelan mengatakan bahwa Pemerintah Daerah telah merencanakan pembangunan jalan sepanjang 1,4 km dari Dasan Bantek hingga ke Karang Baru pada tahun ini. “Memang pembangunan jalan sisa 1,4 km ini sedianya dilaksanakan tahun lalu, akan tetapi diundur tahun ini. Saya rasa tinggal menunggu bulan saja,” yakinnya.

Dia tidak menampik akan banyaknya keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut. Bahkan jalan tersebut merupakan jalan pintas bagi tiga kecamatan, Wanasaba, Aikmel dan Suela. Namun lantaran kerusakan parah, sehingga warga Wanasaba yang hendak ke Karang Baru atau sebaliknya justeru lebih memilih jalan memutar melalui Mamben, Kembang Kerang, meski jalan jauh dan memutar namun jalannya mulus.

“Jika ada urusan ke Kecamatan atau para  guru hendak ke Kantor Unit  Dikpora, lebih baik mereka memutar dari pada melintasi jalan ini. Sebab, jalan sangat tidak nyaman dilalui,” ungkapnya.

Meski Pemda telah merencanakan tahun ini, namun berharap jangan sampai ditunda lagi, lantaran kondisi jalan yang sangat parah. Meski masyarakatnya tidak lagi berobat ke Puskesmas Wanasaba lantaran keberadaan Puskesmas Karang Baru, namun demikian jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Sehingga dia sangat berharap segera di bangun dan tidak lagi ditunda seperti sebelumnya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid