Jalan Putus, Ratusan Warga Terisolir

illustrasi jalan rusak

GIRI MENANG – Jalan penghubung Dusun Telaga Lebur dengan sejumlah dusun di daerah perbukitan seperti Lebah Suren, Loang Batu Selatan dan Loang Batu Utara putus pada minggu kemarin. Akibatnya ratusan jiwa terisolir akibat jalan yang putus ini. Kadus Lebah Suren, Nurdin, mengatakan jembatan itu putus pada mnggu siang lalu. Penyebabnya, tanah dibawah jembatan terkikis oleh air sungai dan air dari pegunungan yang mengalir dari akses jalan aspal. “Kami berharap segera ditangani (permanen), ” katanya.(14/2).

Jalan yang putus inipun mendapatkan tanggapan yang cepat dari anggota DPRD Lombok Barat Lalu Ivan Indaryadi.” Kami untuk sementara¬† insiatif membangun jembatan darurat seadanya. Dibantu warga, dan anggota DPRD lalu Ivan,” tambah Nurdin.

Dikatakan, jembatan itu dibangun tahun 2002 semenjak dibukanya jalan itu. Kondisinya yang sudah lama, menyebabkan kondisi jembatan tak kuat menahan air sungai dan air dari perbukitan. Air perbukitan itu dipicu saluran irigasi di jalan itu tidak, ditambah lagi tebing longsor sehingga air mengalir ke jalan. Akses jalan itu, sendiri vital bagi 700-800 jiwa empat dusun di atas perbukitan. Ditambah warga di desa Kedaro juga banyak warga juga melalui jalan itu. “Karena itu kami sangat berharap Pemda segera membangun jembatan ini,”ujarnya.

BACA JUGA :  Waisak di Mareje Berjalan Khidmat

Jalan ini sangat vital bagi warga baik yang pasar, sekolah maupun ke puskesmas. Di tempat yang sama, Sekdes Sekotong Tengah Muhammad Rasid, mengatakan¬† Pihak Desa sendiri sudah bersurat ke Pemda dalam hal ini OPD terkait agar penanganan jembatan permanen segera dilakukan Pemda. “Kami berharap Pemda segera dilakukan penanganan permanen,”jelasnya.

Atas nama pemdes berterima kasih kepada DPRD dan warga yang cepat membangun jembatan darurat ini. Sementara itu Lalu Ivan yang ditemui di lokasi mengatakan begitu kejadian Minggu (13/2) ia langsung turun ke lokasi. Kemudian melaporkan kejadian itu ke Dinas PU, dan BPBD. “Saya bersama warga ambil langkah cepat membangun jembatan darurat ini karena akses ini sangat vital bagi masyarakat. Ini akses bagi warga ke pasar, anak-anak ke sekolah dan warga ke puskesmas (pelayanan kesehatan),”jelas Ivan.

BACA JUGA :  Dinas Dianggap Lamban Tangani Kelangkaan Pupuk di Lobar

Lebih lanjut dikatakan, PU pun sudah turun ke lokasi mengecek kondisi jembatan putus tersebut. Namun dari pihak Dinas belum berani mengambil keputusan, karena perlu menunggu kepastian anggaran. “Seharusnya OPD ini, jangan hanya datang ngukur saja, tapi warga butuh penanganan cepat,”kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya membangun jembatan darurat menggunakan delapan pohon kelapa, bahan kayu dan semen. “Saya sudah belikan delapan pohon kelapa, sudah kami bawa ke lokasi, tinggal dibangun gotong-royong besok dengan warga,”katanya.(ami)