Jalan Pusuk On Progress, Jalinkra Ditarget 2022

JALINKRA: Pintu masuk Jalinkra di Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung yang ditargetkan bisa terbangun 2022.(DOK/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pembangunan sekaligus pelebaran jalan Pusuk Pass, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang saat ini tengah dikerjakan atau on progress.

Hal itu kata Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, harus disyukuri masyarakat. “Alhamdulillah, setelah kita kawal pembangunan dan pelebaran jalan Pusuk Pass dapat terlaksana. Tentu ini semua berkat dukungan dari teman-teman legislator dari provinsi dapil Lombok Utara-Lombok Barat,” ungkap Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu kepada Radar Lombok usai bertemu dengan Kepala Balai Jalan Nasional wilayah NTB, Kamis (9/9).

Pelebaran jalan Pusuk Pass sangatlah pantas dilakukan, karena jalur itu termasuk pintu utama masuk ke kawasan wisata yang ada di Lombok Utara. Jalan sepanjang kurang lebih 9 KM dari perbatasan Lombok Barat sampai perempatan Pemenang itu menuju pintu masuk ke kawasan Pelabuhan Bangsal menuju tiga gili. “Lombok Utara merupakan daerah pariwisata yang harus infrastruktur dasar mulus sehingga pengunjung nyaman berkunjung,” terangnya.

Kondisi jalan Pusuk selama ini tidak pernah diperlebar, hanya ditingkatkan kualitas jalan, namun di era pemerintahan Zulkieflimansyah baru bisa dipelebar dengan mengeruk tebing yang ada. Tentu tahun ini tidak bisa terselesaikan, namun akan terus berlanjut sampai tahun depan, sehingga jalan itu termasuk benar-benar kualitasnya bagus, sehingga tidak lagi ada kemacetan atau kendaraan jatuh ke jurang akibat sempitnya jalur tersebut. “Jika jalan bagus maka aktivitas perekonomian Lombok Utara tidak lagi terhambat,” imbuhnya.

Pihaknya sekarang sedang fokus melobi ke pemerintah pusat supaya pelaksanaan pembangunan jalan lingkar utara (jalinkra) sepanjang 12 km dari Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung sampai Lendang Bagian, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga bisa segera terbangun.

BACA JUGA :  Wartawan KLU Ramai-Ramai Keluar Dari PWI

Butuh biaya separuh dari APBD Lombok Utara sebesar Rp 600 miliar, tentu kemampuan APBD tidak mampu sehingga membutuhkan andil pemerintah pusat. “Itulah yang dibahas bersama Kepala Balai Jalan Nasional tadi,” ungkapnya.

Jalinkra ke depan akan menjadi jalan nasional Lombok Utara yang menghubungkan titik-titik pelabuhan mulai dari Pelabuhan Carik di Kecamatan Bayan, Global Hub di Kecamatan Kayangan-Bayan. Untuk mendukung fasilitas, tentu harus mewujudkan terlebih dahulu infrastruktur dasarnya. “Setidaknya saya ingin di pemerintahan saya sudah bisa terealisasi supaya Bupati selanjutnya meneruskan saja. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi, mohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat Lombok Utara,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lombok Utara, Kahar Rizal mengungkapkan, sejumlah persyaratan yang diminta oleh pemerintah pusat secara bertahap sudah dipenuhi melalui kesiapan lahan, dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL), sertifikat lahan atas nama daerah, dan pembuatan DED. “Kami di OPD teknis tetap mendukung program prioritas dan kebijakan kepala daerah untuk merealisasikan pembangunan dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp 600 miliar lebih. Kami terus mencari sumber-sumber yang bisa mendanai pembangunan tersebut, salah satunya yang kita harapkan bersumber dari pusat,” ungkapnya.

Pendekatan sudah banyak dilakukan ke pusat melalui Balai Jalan Nasional dan sudah mendapatkan respons dengan memberikan disposisi ke Balai Jalan Nasional. Kemudian sudah dibentuk tim untuk pengecekan kondisi di lapangan. “Tugas kita dari Pemda sudah menyelesaikan berbagai persyaratan. Salah satunya DED yang segera diserahkan ke pusat. Dan kita baru saja melakukan pertemuan serius dengan Pak Bupati dan pihak Balai Jalan Nasional. Yang kita harus target bisa terealisasi pada pemerintahan Pak Bupati sekarang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Terdakwa Pungli Sendang Gile Divonis 4 Bulan

Setelah sejumlah persyaratan dipenuhi ke pusat, maka kepastian terealisasi tentu yang berhak menentukan pusat, yang jelas sudah dapat lampu hijau dan berharap dapat terealisasi tahun depan. Apalagi pada tahun 2020 sudah masuk dalam berita acara musrenbangnas. “Kita berharap realisasi mulai dari tahun depan,” harapnya.

Mengingat kebutuhan anggaran begitu besar, tentu pembangunan  dilakukan secara bertahap. Ada tahapan dalam pembagunan yaitu pembangunan segmen 1 sepanjang 5,9 km dengan biaya Rp 65 miliar, segmen 2 sepanjang 4,65 km dengan biaya Rp 60,3 miliar, pembangunan jembatan muara Kali Segara sepanjang 150 meter dengan biaya Rp 225 miliar, pembangunan jembatan Kali Sokong sepanjang 60 meter dengan biaya Rp 45 miliar, dan pembangunan jembatan Kali Bengkok sepanjang 30 meter dengan biaya Rp 22,5 miliar. “Tida bisa sekaligus, harus bertahap, nanti kita lihat prioritas dari pintu masuk ke Pantai Impos dan segmen penting lain,” jelasnya. (flo)